Review Asus Zenfone Max Pro M1 – Smartphone Gaming Terjangkau Punya Baterai Jumbo

Review Asus Zenfone Max Pro M1

Smartphone yang sedang naik daun akhir-akhir ini membuat Pemmzchannel penasaran karena ia membawa tagline #limitlessgaming. Memang, sejak awak di teaser, Pemmzchannel selalu di infokan oleh Asus tentang kekuatan smartphone ini, terutama dari sisi SoC Snapdragon 636 dalam unit review Asus Zenfone Max Pro M1. Yang digadang-gadang punya performance per watt yang jauh lebih sadis dari daily driver kita sebelumnya, Snapdragon 625.

1. Paket Penjualan

Saat memeriksa seluruh kelengkapan penjualan dari smartphone unit review Asus Zenfone Max Pro M1 ini, ada yang hilang dari accesories khas zenfone max. Yakni, USB OTG yang biasanya diperlukan untuk menjadikan seri Zenfone Max sebagai sebuah power bank untuk gadget lain lewat metode reverse charging. Kalau untuk headset, seingat kami, sejak seri Zenfone 2, Asus sudah tak lagi memberikannya dalam paket penjualan. Asus memberikan soft case bening untuk membuat casing sedikit lebih awet dan mengurangi resiko dijadikan lokasi kopdar mr. fingerprint.

Charger head yang diberikan menawarkan kapasitas arus maksimal 2A 5V. Jadi bisa dipastikan, charger head ini kategori mainstream karena tak menawarkan fitur quick charge. Padahal, secara spesifikasi. Snapdragon 636 mendukung Quick Charge versi 4. Namun begitu, ada sedikit optimasi yang dilakukan Asus di sisi charging proses. Menggunakan nama Flash Charge, unit review yang ada di kami, terisi penuh dari posisi 10% ke 100% dalam waktu 2 jam 30 menit.

Baca juga : Targetkan Combo Exposure dan Sell-Out, Lazada Akan Gelar Flashsale “Smartphone Gaming” Terbaru Asus

2. Desain & Handling

Overall, Zenfone Max Pro M1 menggunakan garis desain yang serupa Zenfone 4 Max ZC520KL terdahulu. Terutama desain curved di tiap sudut dan tepian layar 2,5D dengan ketebalan yang juga mirip-mirip. Namun saat diperhatikan lebih seksama, banyak sekali perbedaan yang mengindikasikan Asus merefresh layout Max pro M1 ini. Posisi lubang headphone yang berpindah kebawah, posisi kamera depan yang pindah kesebelah kiri, sensor fingerprint yang dipindah kebelakang, juga kamera belakang yang sebelumnya berbaris horizontal, kini menjadi vertikal. Hal pertama yang kami sukai adalah, flash light-nya tak lagi terlihat “melotot”. Kali ini dibuat lebih samar, bahkan jika tak anda perhatikan dengan teliti, pasti anda beranggapan, Asus tak lagi menyertakan flashlight untuk kamera depannya. Lubang speaker dibagian bawah tak lagi menggunakan konsep mesh-hole yang sudah sangat mainstream. Asus merubah menjadi 2 garis sejajar yang lebih menegaskan, smartphone ini tak menawarkan setup stereo.

Baca juga : Review Asus Zenfone 4 Max ZC520KL – Tak Sekedar Jual Baterai Besar

Kedua, dengan beberapa sentuhan yang lebih moderen, terutama dari bidang layar yang kali ini menawarkan rasio 18:9, membuat handling nya jadi jauh lebih mantap lagi digenggam dibanding kakaknya tadi. Sedikit mengingatkan, handling zenfone 4 max ZC520KL menurut kami lebih baik dibanding Zenfone 3. Nah, dengan dimensi yang lebih memanjang, Zenfone Max Pro M1 ini lebih enak lagi. Secara screen to body ratio, mungkin max pro m1 bukan yang terbaik. Sebab, bezel pada bagian bawah menurut kami masih cukup tinggi. Tapi mostly, karena ia menawarkan baterai 5000mAH, hingga perlu ada penyesuaian dimensi smartphone ini secara keseluruhan.

Yang menurut kami agak mengurangi nilai plus pada poin desain adalah, ternyata bagian back cover tidak benar-benar menawarkan unibody. Bahkan cenderung mirip back cover tradisional yang detachable. Tapi, tidak juga benar-benar detachable karena setelah ditelusuri, tidak ada coakan yang biasanya digunakan sebagai penumpu saat ingin membuka back cover. Untuk tombol-tombol yang ada, saya akui, solid build banget. Gak sedikitpun gemetar seriap kali ditekan. Dan seperti semua line-up Zenfone, permukaan tombol pada Max Pro M1 ini juga diberi tekstur circle walau belum se-berkilau seri flagship mereka.

3. User Experience

Sempat tersedak saat mengetahui, unit review Asus Zenfone Max Pro M1 ini tak lagi membawa ZenUI yang sebelumnya menjadi antar muka standar smartphone Asus. Icon, shortcut, seting list quick toggle list, hingga app drawer yang minimalis tanpa opsi customisasi, benar-benar membuat mengoperasikan smartphone ini layaknya projek Android One si Google. Kecuali input methode yang masih menawarkan opsi ZenUI Keyboard selain G-keyboard -nya Google.

4. Display

Secara user experience tampilan, Rasio 18:9 bukan lagi sesuatu yang baru saat ini. Tapi untuk gaming, memang amat membantu membuat tampilan lebih maksimal. Problemnya mungkin saat memutar file video atau streaming Youtube. Standar video yang saat ini masih menggunakan rasio 16:9, membuat video yang dimainkan tidak full screen. Walaupun beberapa video di Youtube, sudah mulai bisa menyesuaikan ke rasio 18:9.

Untuk kualitas layar, unit review Asus Zenfone Max Pro M1 menawarkan kualitas brightness dan contrast ratio yang di atas rata-rata produk di range harga sekelasnya. Terutama brightness yang mencapai 450 nits yang sudah kita buktikan, masih nyaman sekali untuk bermain game di luar ruangan. Dipadukan dengan kualitas kontras 1500:1, antara karakter dan bayangan yang terlihat, bisa di notice dengan baik. Untuk akurasi warna, masuk kategori decent lah. Udah OK banget untuk di ajak bermain game genre apapun. Hanya saja, untuk memutar file video, atau preview foto hi-res, yang kami lihat, LCD Max Pro M1 ini lebih cenderung kuat sekali warna merah-nya. Hingga, saturasi warna utama lain seperti hijau dan biru, terlihat lebih gelap.

Baca juga : Preview Asus Zenfone Max Plus M1 – Android Pertama Asus Berlayar 18:9

5. Kamera

Secara kasta, sensor kamera yang digunakan Zenfone Max Pro M1 ini, kami pastikan bukan dari seri high-end seperti sensor Sony yang umumnya dipakai seri-seri flaghsip mereka. Kamera belakang sendiri punya setup dual camera dimana si kamera utama beresolusi 16MP auto focus dengan bukaan 2.0. Mampu merekam video HD 60 fps dan video 4K (30fps). Sensor kedua adalah sensor potrait 5MP yang bekerja cukup baik menghasilkan foto-foto bokeh atau blur.

Interface kameranya baru, dan mungkin, butuh sedikit penyesuaian buat yang belum terbiasa dengan Snapdragon Camera ini. Yang kami kurang suka mungkin karena posisi kamera ini di pojok, jadi saat mau ambil foto atau video, seringnya jari tangan masuk ke frame. Tapi, itu juga hanya di awal-awal aja. Setelahnya, saya pribadi langsung bisa nge-blend dengan aplikasi kamera max Pro M1 ini.

Untuk unit review Asus Zenfone Max Pro M1 ini, kamera depan-nya menawarkan resolusi 8MP. Cukup besar untuk ukuran smartphone mid-low saat ini. Auto focusnya cepat dan cukup akurat. Buat yang mau ber-vlogging ria, masih OK lah menggunakan kamera depan Max Pro M1 ini. Asal, jangan nekat ambil live video di tempat yang redup, apalagi gelap.

High-light Max series memang ada di sisi baterai, sebab itu Asus saya lihat kurang mengoptimalkan kemampuan kontroler kamera bawaan SoC Snadragon 636 ini. Overall, user interface, dan fitur camera Max Pro M1 ini, harusnya masih bisa lebih dimaksimalkan.

6. Baterai & Power Management

Sebab ia masuk keluarga Max, pengujian baterai langsung jadi prioritas. Dengan menggunakan sebagai daily driver, kami mendapati smartphone ini mampu bertahan 1,5x lebih lama dari smartphone yang sebelumnya kami gunakan. Sebagai informasi, sebelumnya kami menggunakan smartphone android ber-SoC 625 dengan kapasitas baterai 3000mAH. Dengan setup 6 email account, all social media running di background, streaming Youtube rata-rata 2 jam, mendengarkan music offline, editing artikel di chrome rata-rata 3 jam, dan bermain game online rata-rata 3 jam, baterai Zenfone Max Pro M1 ini baru menjerit setelah 27 jam sejak dilepas dari charger pukul 6 pagi.

Fitur manajemen baterai dan charging khas Zenfone Max tidak lagi kami temukan di produk ini. Asus Pemmzchannel kurang tahu pasti, berapa investasi untuk sebuah baterai smartphone per mAh-nya. Tapi dengan menanamkan baterai berkapasits jumbo sebesar 5000mAh, pastinya menjadi salah satu poin yang membengkak kan modal Asus untuk Zenfone Max Pro M1 ini.

7. Performa

Kita mulai dari overview si Snapdragon 636-nya. SoC berbasis Cortex ArmV8 64 bit ini, sudah dikustomisasi hingga mampu menghadirkan konfigurasi BIGlitle. Maksudnya, Snapdragon Kryo punya 2 cluster CPU yang berbeda, dengan 4 core di tiap cluster-nya. 1 high performance cluster Cortex A73, dan 1 efisien cluster Cortex A53. High-performance clusternya sendiri punya clock speed hingga 1,8 GHz. Sedangkan efisien clusternya berjalan variable dari 660 MHz sampai 1,6 GHz. Ada satu lagi processing core yang selalu siaga dalam Snapdragon 636 ini, yakni DSP (Digital Signal Processor) Qualcomm® Hexagon™ 680. Menawarkan fitur Qualcomm All-Ways Aware™ technology, membuat Zenfone Max Pro M1 lebih gegas siaga saat dibangunkan dari kondisi sleep dengan daya yang amat sangat rendah.

Dalam Kryo 260 ini, juga sudah dibenamkan Adreno 509 dengan 2 Compute unit. Masing-masing CU di set berjalan di clockspeed mulai dari 533MHz – 720MHz.

8. Benchmark

Hasil benchmark menunjukan, overall Snapdragon 636 dalam unit review Asus Zenfone Max Pro M1 ini punya RAW power 40% lebih kencang dari kakaknya, Snapdragon 630. Bahkan mencapai 53% lebih kencang dari Snapdragon 625. Meski demikian, soal efisien dalam konsumsi daya, tak terlihat perbedaan signifikan dibanding Snapy 625. #Enesechgeela.

9. Gaming

Untuk gaming, yang perlu kami kedepankan terlebih dahulu adalah, snapdragon 636 ini amat sangat capable memberikan pengalaman gaming di game-game android paling berat walau tak semuanya menggunakan preset grafis tertinggi. Ambil contoh, pada PUBG mobile, si game mendeteksi bahwa Adreno 509 ini pantasnya jalan di seting medium. Padahal sih, naik ke high kami rasakan, game tetap berjalan dengan fluid banget. Di game racing yang masuk kategori berat seperti Asphalt 8: Airborne, gameplay juga berjalan tanpa kendala pada seting rata kanan. Untuk game MOBA sseperti Mobil Legend, seting juga kami buat mentok ke kanan semua. Hasilnya, seramai apapun arena, tidak kami rasakan ada lag. Mungkin, hanya kapasitas RAM sebesar 3GB pada unit review yang kami terima, yang membuat muncul beberapa frame loading. Itupun amat sangat jarang terjadi. Fitur tambahan seperti Game Boost, mungkin bisa menjadi solusi.

10. Fitur Ekstra

 

l  Triple Slot

Ini fitur yang cocok sekali untuk pengguna smartphone di Indonesia. Dua slot SIM yang keduanya bisa men stand-by kan kedua SIM card pengguna, tanpa mengamputasi slot micro SD yang di klaim mendukung kapasitas 2TB. Yang menarik, kedua SIM card yang terpasang, keduanya bisa menerima sinyal 4G secara bersamaan.

l  5 Magnet Speaker

Fitur ini bukan kali pertama hadir di Max Pro M1. Melainkan sudah diperkenalkan sejak seri Zenfone 3. Setup speaker dengan 5 magnet ini membuat output suara yang dihasilkan bisa lebih lebar. Pertama hadir di seri Zenfone 3 yang merupakan daily driver kami sebelumnya. Di sisi chipset sendiri, Qualcomm Snapdragon 6363 memberi tambahan enhancement lewat Qualcomm Aqstic™ audio technology. Sayangnya, karena tidak ada toglle untuk enable atau disable enhancement ini, kami tidak bisa mengeksplore sejauh mana benefit si Qualcomm Aqstic ini.

11. Kesimpulan

Apakah layak smartphone ini mentargetkan mobile gamer sebagai calon penggunanya? Menurut kami, layak!. Dengan performa adreno 508 dalam snapdragon 636, komen di bawah jika kalian menemukan ada game yang tidak berjalan mulus di atas smartphone ini. Baterai besar dan efisiensi snapdragon 636-nya dijamin membuat anda yang paling terakhir mengisi ulang dibanding rekan setim lain.

Lalu, apakah cocok Zenfone Max Pro M1 ini jadi camera phone untuk quick moment recorder? To be honest, ia tidak menawarkan setup sensor yang sesuai standar pemmzchannel untuk sebuah camera phone. Tentu saja, karena ia merupakan keluarga Zenfone Max yang sales poin utamanya adalah lifespan baterai. Untuk anda yang lebih mencari kualitas hasil foto atau video, Zenfone 5Q yang diluncurkan bersama Pro M1 ini pilihan yang lebih pantas.

Baca juga : Preview Asus Zenfone Zoom S ZE553KL – Transformasi ke Camera Smartphone yang Sebenarnya

Keputusan Asus menggunakan OS original pada Zenfone Max Pro M1 juga patut di apresiasi. Selain meningkatkan kecepatan user experience dan performa gaming sebab konsumsi RAM yang lebih sedikit, internal storage yang tersedia tentunya lebih banyak. Tapi memang harus di akui, ZenUI menawarkan cukup banyak kustomisasi yang bisa membuat smartphone Asus lebih eye-catchy namun tetap ringan secara overall. So, pemmzchannel akui, tagline limitless gaming yang di tempelkan Asus untuk Zenfone Max Pro M1 ini bisa dipertanggung jawabkan.

 

12. Related