Kabar mengenai susunan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membawa kejutan besar. Salah satu nama yang paling disorot karena ketidakhadirannya adalah Budi Arie Setiadi. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini resmi tidak melanjutkan jabatannya sebagai Menteri Koperasi Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto, sebuah keputusan yang sontak memicu spekulasi luas mengenai alasan di baliknya. Publik pun langsung mengaitkan hal ini dengan jejak kontroversialnya, terutama dalam penanganan darurat judi online yang merajalela di Indonesia.
Terungkap Alasan Budi Arie Setiadi Tak Lagi Jadi Menteri di Era Prabowo
Kepastian Budi Arie tidak lagi menjabat sebagai menteri menjadi penutup dari perjalanannya di lingkaran kekuasaan eksekutif. Selama masa baktinya, ia memang berada di bawah sorotan tajam, mewarisi kementerian yang sarat dengan tantangan, salah satunya adalah perang melawan judi online. Namun, langkah-langkah yang diambilnya selama ini dinilai banyak pihak belum cukup efektif untuk membendung gelombang besar dari praktik ilegal tersebut, yang telah merusak ekonomi dan sosial masyarakat.
Sorotan Tajam pada Isu Judi Online
Isu judi online menjadi batu sandungan terbesar bagi Budi Arie Setiadi. Meskipun Satgas Judi Online telah dibentuk dan ribuan situs telah diblokir, publik merasa hasilnya belum signifikan. Kegagalan ini menjadi noda dalam rekam jejaknya, terutama ketika kerugian negara dan masyarakat akibat judi online ditaksir mencapai angka fantastis.
Selain itu, terdapat sebuah kasus judi online yang menyeret nama Budi Arie Setiadi saat Pemerintahan era Jokowi, kasus ini mencuat setelah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan jaksa menyebut ia diduga terlibat dalam praktik “pengamanan” situs judi online agar tidak diblokir Kominfo, dengan dugaan menerima bagian hingga 50% dari keuntungan.
Dugaan ini bermula dari kesaksian dan dakwaan terhadap sejumlah mantan pejabat serta pihak swasta yang disebut berkoordinasi menjaga ratusan situs judol, termasuk melalui pertemuan yang melibatkan orang dekat Budi Arie. Lembaga Bantuan Hukum Street Lawyer bahkan melaporkannya ke KPK atas dugaan gratifikasi terkait kasus ini, meski Budi Arie sendiri belum terbukti secara hukum dan memilih tidak banyak berkomentar di hadapan media.
Langkah Pemberantasan yang Dianggap Kurang Gigit
Kritik utama yang diarahkan kepada Budi Arie saat ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) atau KOMDIGI saat ini ialah kebijakannya yang lebih fokus pada pemblokiran konten di hilir. Sementara itu, penindakan di hulu, seperti transaksi keuangan dan para bandar besar, dianggap kurang maksimal.

Kebijakan “take down” atau blokir situs seolah menjadi permainan kucing-kucingan, di mana satu situs tumbang, seribu situs baru muncul dengan nama dan domain berbeda. Ketidakmampuan untuk menciptakan efek jera yang nyata inilah yang diduga kuat menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo untuk mencari figur baru yang lebih tegas.
Pernyataan yang Menjadi Bumerang
Di tengah gencarnya perang melawan judi online, beberapa pernyataan publik dari Budi Arie juga sempat menjadi kontroversi dan dianggap meremehkan masalah. Hal ini semakin menggerus kepercayaan publik terhadap keseriusannya dalam memberantas masalah hingga ke akarnya. Pada akhirnya, kombinasi antara hasil yang kurang memuaskan dan komunikasi publik yang kurang efektif menjadi akumulasi yang memberatkan posisinya di kabinet Merah Putih saat ini yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.
Selain itu, pernyataan kontroversial lain adalah ketika ia mengusulkan agar publik figur yang pernah terlibat mempromosikan judi online seperti aktris Wulan Guritno justru dijadikan duta kampanye anti-judi online. Alasannya, menurut Budi Arie, karena sang artis mengaku tidak mengetahui bahwa konten yang diiklankannya adalah judi online. Pernyataan ini menuai kritik luas karena dinilai tidak sensitif dan berpotensi memberi kesan “mengampuni” pelanggaran
Kini, dengan tidak adanya nama Budi Arie Setiadi di jajaran menteri, publik menaruh harapan besar pada penerus jabatan menteri koperasi saat ini.
Baca juga:
- Kominfo Ungkap Modus Judi Online yang Berkamuflase jadi Game Online!
- Akses VPN Gratis Dibatasi Oleh Menkominfo, Ini Alasannya!
- Kominfo Pastikan Tidak Ada Pihak yang Dirugikan Usai Kebocoran 6 Juta Data NPWP
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.





















