Intel berada di bawah era kepemimpinan baru yang jauh lebih tegas dan fokus. John Pitzer, VP Corporate Planning and Investor Relations Intel, membeberkan bahwa di bawah komando CEO Lip-Bu Tan, perusahaan kini memiliki empat prioritas utama yang menjadi fondasi untuk merebut kembali kejayaan. Salah satu yang paling disorot adalah perumusan Strategi AI Intel yang ambisius, dirancang untuk menjadi kekuatan “pengganggu” di pasar kecerdasan buatan, terutama dalam hal efisiensi daya.
Babak Baru Intel: 4 Prioritas Utama dan Gebrakan Strategi AI Intel
Pitzer menjelaskan bahwa aspirasi sang CEO jauh lebih tinggi dari sekadar menstabilkan bisnis inti Intel. Untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih agresif, Intel harus memiliki jejak yang signifikan di dunia AI. “Kami pikir ekosistem x86 kami membawa nilai ke pasar itu dan kami pikir kami dapat menemukan cara untuk menjadi pengganggu, terutama dalam inference seputar daya,” ujar Pitzer, memberikan sinyal kuat bahwa efisiensi energi akan menjadi senjata utama mereka. Detail lebih lanjut mengenai strategi ini kemungkinan besar akan diungkap pada laporan pendapatan kuartal ketiga perusahaan.
Revolusi Budaya: Pangkas Birokrasi dan Tuntut Akuntabilitas
Perubahan paling fundamental yang dibawa oleh CEO Lip-Bu Tan adalah revolusi budaya di dalam internal Intel. Menurut Pitzer, restrukturisasi yang dilakukan pada kuartal kedua tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya pemangkasan hanya berfokus pada pengurangan biaya, kini tujuannya lebih dalam: mengubah struktur organisasi dan cara kerja perusahaan.

Target utama Tan adalah birokrasi Intel yang dianggapnya sebagai penyebab lambatnya pengambilan keputusan. Untuk mengatasi ini, langkah drastis diambil dengan memotong separuh dari 11 lapisan manajemen yang ada. “Saya pikir (CEO Tan) mencoba mendorong organisasi yang lebih datar dengan akuntabilitas yang lebih besar,” jelas Pitzer. Sebagai bagian dari penegakan akuntabilitas, kebijakan kembali bekerja di kantor (return to office) juga telah diimplementasikan.
Masa Depan Pabrik Chip Intel: Percaya Diri dengan 14A dan Target Laba
Di tengah keraguan investor pasca laporan keuangan kuartal kedua, Pitzer menegaskan bahwa Intel “sepenuhnya berkomitmen pada pengembangan 14A,” proses manufaktur chip generasi berikutnya. Berbeda dengan proses sebelumnya, Intel kini melibatkan pelanggan eksternal sejak fase paling awal (fase definisi) untuk memastikan teknologi 14A sesuai dengan kebutuhan pasar. Keterlibatan dini ini membuat Intel sangat yakin dengan kesiapan Process Design Kit (PDK) dan kurva hasil produksinya.

Selain itu, Intel menetapkan target ambisius untuk bisnis pabrikannya (foundry). Perusahaan menargetkan bisnis ini akan mencapai titik impas (break even) pada akhir tahun 2027. Menariknya, Pitzer menyatakan bahwa untuk mencapai target laba operasional tersebut, Intel tidak memerlukan banyak pendapatan dari pelanggan foundry eksternal. Strategi ini akan bertumpu pada peningkatan volume produksi dari proses 18A yang utamanya akan digunakan untuk produk internal Intel sendiri.
Baca juga:
- Mindfactory Jerman: Pangsa Pasar AMD Melesat Jauh Meninggalkan Intel!
- Intel Nova Lake: Revolusi CPU Terbesar Sepanjang Sejarah, Siap Libas Dominasi AMD di 2026!
- Intel Restukturisasi Besar-besaran di Era CEO Lip-Bu Tan!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















