Industri hardware PC sedang memasuki fase perubahan besar pada 2026. Jika sebelumnya pasar gaming dan PC rakitan menjadi sumber pertumbuhan utama, kini perhatian produsen mulai bergeser ke teknologi Artificial Intelligence (AI) dan kebutuhan data center. Perubahan arah industri ini berdampak langsung pada penjualan motherboard global.
Sejumlah vendor besar seperti ASUS, MSI, Gigabyte, hingga ASRock diprediksi mengalami penurunan pengiriman produk dalam jumlah besar dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasar PC konsumen sedang menghadapi tekanan yang cukup serius.
Bukan hanya karena daya beli pengguna yang menurun, tetapi juga akibat mahalnya harga komponen dan terbatasnya suplai hardware di pasar global.
Harga Komponen PC Naik, Pasar Motherboard Ikut Tertekan
Salah satu penyebab utama melemahnya pasar motherboard adalah kenaikan harga berbagai komponen PC sejak tahun lalu. Produk seperti RAM, SSD, kartu grafis, hingga prosesor mengalami kenaikan harga akibat rantai pasokan yang belum sepenuhnya stabil.

Di saat yang sama, banyak perusahaan teknologi mulai memprioritaskan produksi hardware berbasis AI. Permintaan tinggi terhadap server AI, GPU AI, dan prosesor khusus kecerdasan buatan membuat kapasitas produksi untuk pasar PC gaming menjadi lebih terbatas.
Akibatnya, komponen untuk PC rakitan mulai sulit ditemukan dalam jumlah besar. Kalaupun tersedia, harganya cenderung lebih mahal dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Situasi ini membuat biaya merakit PC baru menjadi jauh lebih tinggi. Bahkan beberapa vendor motherboard disebut mulai menekan biaya produksi dengan menyederhanakan desain produk dan mengurangi fitur tertentu agar harga jual tetap kompetitif.
Namun langkah tersebut belum cukup untuk menahan kenaikan harga di pasaran. Motherboard pada 2026 dilaporkan mengalami kenaikan harga sekitar 10 hingga 20 persen, tergantung seri dan kelas produknya.
Gamer Mulai Menunda Upgrade PC
Selain faktor harga, pasar motherboard juga terdampak oleh menurunnya minat pengguna untuk melakukan upgrade PC. Banyak gamer dan pengguna PC DIY memilih menahan pembelian karena perkembangan hardware dianggap belum terlalu signifikan.

Pasar kartu grafis gaming dinilai bergerak lebih lambat sepanjang 2026. Belum adanya inovasi besar dari produsen GPU membuat sebagian pengguna merasa upgrade belum menjadi kebutuhan mendesak.
Rumor mengenai keterlambatan peluncuran GPU generasi baru juga ikut memengaruhi keputusan konsumen. Banyak pengguna akhirnya memilih menunggu produk terbaru dibanding membeli hardware yang ada saat ini. Kondisi ini otomatis memukul pasar motherboard. Sebab dalam banyak kasus, pengguna biasanya mengganti motherboard bersamaan saat melakukan upgrade prosesor atau kartu grafis.
Dampaknya terlihat dari penurunan proyeksi pengiriman beberapa produsen besar. ASUS disebut berupaya mempertahankan angka pengiriman di atas 10 juta unit, meski jumlah itu turun cukup jauh dibanding tahun sebelumnya.
MSI dan Gigabyte juga diprediksi mengalami penurunan hingga sekitar 25 persen. Sementara ASRock menjadi salah satu vendor yang diperkirakan terkena dampak paling besar dengan penurunan pengiriman lebih dari 30 persen.
Industri Hardware Mulai Beralih ke Bisnis AI
Di tengah melemahnya pasar PC konsumen, bisnis AI justru menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan hardware global. Banyak vendor kini mendapatkan pemasukan besar dari sektor server AI dan infrastruktur data center. Fenomena ini menunjukkan bahwa arah industri teknologi mulai berubah. Jika dulu pasar gaming menjadi fokus utama, kini perusahaan lebih tertarik mengembangkan produk yang mendukung komputasi AI skala besar.

Permintaan terhadap server AI terus meningkat karena banyak perusahaan teknologi berlomba membangun layanan berbasis kecerdasan buatan. Hal tersebut membuat produsen hardware lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka ke sektor AI yang dianggap lebih menguntungkan.
Perubahan strategi ini kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Artinya, pasar PC rakitan dan hardware gaming berpotensi menghadapi tantangan yang semakin besar, terutama dari sisi harga dan ketersediaan produk.
Bagi konsumen, kondisi ini membuat keputusan upgrade PC menjadi lebih sulit. Pengguna kini harus mempertimbangkan harga komponen yang mahal, pilihan hardware yang terbatas, serta perkembangan teknologi AI yang semakin mendominasi industri komputer global.
Baca juga:
- Google Play Games PC Resmi Meluncur, Banyak Game Gratis Bisa Dicoba!
- Laptop Intel Core Ultra Series 3 Resmi Hadir di Indonesia, AI PC Jadi Lebih Canggih!
- Cara Melihat Versi Windows di Laptop dan PC Terbaru 2026!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.




















