Pemmzchannel
  • NEWS
  • REVIEW
    • All
    • Components
    • Gadget
    • Game
    • Laptop & PC
    Laptop ASUS Vivobook 14 (M1407) menyala di atas meja kayu dengan latar belakang pencahayaan biru ambient dan tanaman. Gambar unggulan untuk artikel review laptop AI 10 jutaan yang memiliki daya tahan baterai 15 jam.

    ASUS Vivobook 14 (M1407): Laptop AI 10 Juta, Baterai 15 Jam! Kok Bisa?

    Review MSI Raider 18 HX AI tampak belakang di atas meja kerja, menampilkan desain premium laptop gaming flagship dengan logo naga MSI.

    Review MSI Raider 18 HX AI: Harga Laptop 72 Juta, Waras atau Gimmick?

    Review ASUS ExpertBook PM3 yang sedang menjalani uji ketahanan ekstrem dengan disiram air dan diinjak kaki untuk membuktikan kualitas laptop badak yang tetap menyala.

    Review ASUS ExpertBook PM3: Disiksa Tetap Nyala, Definisi Laptop Badak!

    Review Acer Nitro 16S AI menampilkan desain cover sasis belakang yang minimalis dan elegan di atas meja kerja dengan setup modern.

    Review Acer Nitro 16S AI: Desain Mewah & RTX 5070 yang Ganas!

  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US
No Result
View All Result
  • 11tahun
  • About PEMMZCHANNEL – Media Online Review Laptop Gaming Terdepan di Indonesia
  • About Pemmzchannel – Media Online Review Laptop Gaming Terdepan di Indonesia (old)
  • About Us
  • Advertise With US
  • ASK Pemmzchannel
  • Contact Us
  • DWQA Ask Question
  • Featured at Pemmzchannel
  • IMPORT
  • Latest Pemmzchannel Video
  • News
  • Newsletter
  • Newsletter
  • Pemmz Gr8est Surprize
  • Pemmzchannel – Media Informasi, Review Gadget & Gaming
  • Privacy Policy
  • Promo PEMMZ Yogya
  • Shortcodes
  • Submit Karya
  • Subscribe to Pemmzchannel.com
  • Tarif JNE
  • test speed page
Pemmzchannel
  • NEWS
  • REVIEW
    • All
    • Components
    • Gadget
    • Game
    • Laptop & PC
    Laptop ASUS Vivobook 14 (M1407) menyala di atas meja kayu dengan latar belakang pencahayaan biru ambient dan tanaman. Gambar unggulan untuk artikel review laptop AI 10 jutaan yang memiliki daya tahan baterai 15 jam.

    ASUS Vivobook 14 (M1407): Laptop AI 10 Juta, Baterai 15 Jam! Kok Bisa?

    Review MSI Raider 18 HX AI tampak belakang di atas meja kerja, menampilkan desain premium laptop gaming flagship dengan logo naga MSI.

    Review MSI Raider 18 HX AI: Harga Laptop 72 Juta, Waras atau Gimmick?

    Review ASUS ExpertBook PM3 yang sedang menjalani uji ketahanan ekstrem dengan disiram air dan diinjak kaki untuk membuktikan kualitas laptop badak yang tetap menyala.

    Review ASUS ExpertBook PM3: Disiksa Tetap Nyala, Definisi Laptop Badak!

    Review Acer Nitro 16S AI menampilkan desain cover sasis belakang yang minimalis dan elegan di atas meja kerja dengan setup modern.

    Review Acer Nitro 16S AI: Desain Mewah & RTX 5070 yang Ganas!

  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US
No Result
View All Result
Pemmzchannel

Review Chuwi Hi12: Mampukah Jadi Solusi Ultrabook Terjangkau?

by Rifan Fernando
27/07/2017
in Review
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, banyak muncul genre produk convertible yang menawarkan sales poin yang sama dengan sebuah ultrabook, khususnya di poin portabilitasnya. Jika sebuah ultrabook kental dengan harganya yang ada di segmen menengah ke atas, jenis produk convertible yang sedang marak saat ini di tawarkan dengan harga jauh lebih bersahabat.

Overview

Jauh lebih bersahabat sebab mereka menawarkan spesifikasi yang umumnya jauh di bawah sebuah produk Ultrabook. Sayangnya, dengan spesifikasi yang tergolong minim performa yang ditawarkan-pun tampil ala kadarnya. Hal ini diperparah dengan keterbatasan pada opsi upgrade komponen seperti halnya produk-produk ultrabook. Persaingan harga terutama pada produk laptop kelas low-end, membuat pihak pabrikan melakukan optimasi agar produk mereka memiliki nilai lebih di mata calon pengguna.

Related Post

Laptop ASUS Vivobook 14 (M1407) menyala di atas meja kayu dengan latar belakang pencahayaan biru ambient dan tanaman. Gambar unggulan untuk artikel review laptop AI 10 jutaan yang memiliki daya tahan baterai 15 jam.

ASUS Vivobook 14 (M1407): Laptop AI 10 Juta, Baterai 15 Jam! Kok Bisa?

22/12/2025
Review MSI Raider 18 HX AI tampak belakang di atas meja kerja, menampilkan desain premium laptop gaming flagship dengan logo naga MSI.

Review MSI Raider 18 HX AI: Harga Laptop 72 Juta, Waras atau Gimmick?

02/12/2025
Vivobook S14 Vivobook S14 Vivobook S14

Review-Chuwi-Hi12-2K-Retina-Indonesia-Lid-cover-PCNTerkait hal tersebut, kali ini pemmchannel mencoba mengulas sebuah produk yang merknya termasuk pendatang baru. Chuwi Hi12 namanya, sebuah produk jenis convertible notebook yang saat ini banyak ditawarkan dengan rentang harga “wajar” sebenarnya, jika di lihat dari spesifikasi yang ia tawarkan. Tapi, jadi terkesan kurang ajar saat kita tahu, ia buatan negeri china yang masih di ragukan kualitas terutama durabilitasnya. Sebagai informasi, beberapa produk convertible dari brand ternama, ada yang ditawarkan di harga yang lebih murah.

Nah optimasi yang ditanamkan Chuwi pada Hi12 ini yang berhasil mengangkat value dari produk ini dan berbalik membuat banyak calon pengguna penasaran. Banyak kelebihan yang ditawarkan Chuwi Hi12 ini yang tidak atau belum ditawarkan para kompetitornya. Penasaran? Mari simak penelusuran pemmzchannel dalam artikel review kali ini.

Layar 12 inch Resolusi Tinggi, Bergunakah?

Chuwi sukses menyihir Pengguna komputer portabel Indonesia, dan bahkan mungkin juga banyak negara lain, dengan level kualitas LCD di atas rata-rata produk sejenis dari brand lain. Jika produk yang lebih dulu hadir hanya menawarkan layar dengan resolusi HD, Chuwi memberi opsi layar 2K Retina 2160 x 1440). Pertanyaannya, apakah resolusi layar yang tinggi memang berguna dan diperlukan pada sebuah produk convertibel yang menjual portabilitas sebagai sales poin utama?.

Lewat test pakai yang kita lakukan sehari-hari, dengan jenis pemakaian basic seperti mengolah dokumen, browsing, video streaming serta multimedia di Internet, resolusi tinggi pada layar Chuwi Hi12 menambah pengalaman visual yang jauh lebih baik. Selama mata pengguna terbiasa dengan ukuran teks yang kecil jika dibanding ukuran teks yang biasa ada pada layar notebook resolusi HD, dijamin anda serasa memiliki workstatsion yang jauh lebih luas. Kualitas layar sentuh berteknologi IPS-nya pun cukup baik untuk mendukung viewing angle dari berbagai sisi. Tentu saja, ia memiliki kekurangan. Pertama, ia mengkonsumsi daya lebih besar dari panel beresolusi HD. Kedua, akurasi titik sentuh yang nanti akan kita bahas di segmen selanjutnya

Detachable Workstation, Antara Portabilitas dan Responsifitas

Chuwi Hi12 menawarkan panel dengan fitur layar sentuh yang dikombinasikan dengan konsep workstation yang bisa di lepas pasang atau istilahnya detachable. Di sini pengguna diberi dua opsi mengirim input ke sistem operasi. Kedua input ini ternyata memiliki kenyaman yang berbeda saat digunakan sistem operasi yang berbeda. Karena, Chuwi Hi12 ini memang menawarkan dua jenis sistem operasi, Windows 10 dan Android Lollipop.

Eksperimen komputasi seperti mengetik di atas keyboard docking dan mengontrol kursor menggunakan touchpad pada mode Windows tidak ada bedanya dengan notebook standar pada umumnya, khususnya perihal Responsifitas dan akurasi. Agak berbeda saat beralih ke mode Android dimana seringkali mengalami delay. Terutama sekali, sesaat setelah melakukan ketikan panjang atau menghapus teks teks panjang. Begitupun responsifitas touchpad yang jauh berkurang.

Sedangkan fungsi layar sentuh, secara overall sudah lebih baik dibanding saat dahulu kami mencoba di device berbasis windows 8. Namun sayangnya, luas layar 12-inch kurang nyaman untuk resolusi sekelas retina pada layar Chuwi Hi12. Hal ini disebabkan oleh jumlah DPI (Dot per Inch) yang tinggi, membuat titik yang akan di sentuh seringkali tidak selalu tepat, terutama saat tergesa-gesa menseleksi teks di aplikasi word atau browser. Tapi seperti kita ketahui, hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kemampuan Mcirosoft yang belum sempurna menghadirkan pengalaman komputasi layar sentuh dibanding produk tablet Apple, bahkan jika dibanding Android. Yap, karena kami bisa pastikan, bekerja mengandalkan layar sentuh di mode Android Lollipop lebih baik dari Windows.

Docking keyboard untuk Chuwi Hi12 ini tak banyak berbeda dengan area keyboard pada netbook atau notebook mini. Ukuran key-cap tergolong besar mencapai 15 x 15 mm, sama besar dengan key-cap beberapa laptop gaming 15-inch yang beredar saat ini. Terlihat sangat proposional jika melihat dari space yang ada. Responsifitasnya lumayan baik, mirip keyboard yang digunakan laptop multimedia Asus. Kami mendengar sedikit noise saat bekerja di atas keyboard docking ini. Material uppercase yang terbuat dari plastik, dan rongga yang terbentuk dibawah keyboard, membuat noise yang timbul sedikit mengganggu saat beberapa dari mereka di tekan dalam waktu yang cepat. Begitupun saat jari pengguna mengusap permukaan touchpad, suara seretan jari di atas touchpad terdengar cukup jelas.

Beberapa kekurangan terkait fungsionalitas juga kita temukan pada keyboard Hi12 ini. Paling mengecewakan adalah, tidak hadirnya Fn key yang berfungsi mengatur brightness layar. Jadi pengguna harus melakukannya manual lewat seting display pada sistem operasi. Kedua, tidak hadirnya backlit yang untuk rentang harga ini, sebenarnya masih sangat dimaklumi.

Spesifikasi Chuwi Hi12

OS                     : Windows 10 and Android 5.1 (REMIX OS)
CPU                   : Intel Atom Quad Core Z8350, 1.44 GHz ~ 1.92 GHz (21 x 80)
RAM                   : DDR3L 4GB 1066 MHz (Onboard)
Storage              : 64GB (Expandable up to 128GB via MicroSD)
Display               : 12-inch 2160 x 1440 IPS Capacitive (10-Point)
WiFi                   : Realtek 8723BS 802.11 b/g/n + Bluetooth
Camera              : 5 MP front + 2MP rear
Battery Cap        : 3.7V / 11000mAh
Weight & Dim     : 852 gram / 296.7 x 202.8 x 8.90 mm
I/O                    : On Tablet : 3.5 mm Audio combo port, 1x micro HDMI, 1x micro USB, 1x                            USB 2.0, 1x USB 3.0, 1x micro-SD Crad Reader
: On Keyboard Docking : 2x USB 2.0
Review-Chuwi-Hi12-2K-Retina-Indonesia-IO-PCN

Mari lihat spesifikasi yang ditawarkan Chuwi Hi12 ini sebelum kita bahas bagian performa. Yang pertama perlu anda ketahui, Hi12 berbasis SoC (System on Chip) dari keluarga Intel Atom yang merupakan jenis processor all-in-one berdaya rendah, Intel Atom Z8350 tepatnya. SoC berinti 4 ini di desain memiliki SDP (Scenario Design Power) hanya 2 Watt. Wajar ia bisa didinginkan tanpa menggunakan kipas, atau istilahnya berpendingin pasif. Untuk grafis yang ditawarkan, ia membekal Intel HD berGPU clock maksimal 500 MHz yang mamiliki kemampuan multi-display hingga 2 output.

Kapasitas RAM sebesar 4GB adalah optimasi pertama yang jarang dimiliki produk sejenis lain. Sebagai informasi, SoC ini sejatinya hanya mendukung kapasitas RAM maksimal 2 GB. Jadi, Chuwi patut mendapat jempol sebab mampu membuat kapasitas RAM menjadi 4 GB. Untuk internal storage, Chuwi Hi12 dibekali NAND Flash berkapasitas 64GB dengan jumlah partisi mencapai 15 partisi sebab kebutuhan dual-OS Windows dan Android. Free space tersisa pada mode windows sendiri hanya sekitar 30GB, Sedangkan pada mode Android, tersisa sekitar 8GB. Untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, disediakan sebuah micro-SD Card reader yang bisa membaca memory-card hingga 128 Gb.

Performa

–        Hardware

Intel Atom X5 berbasis Chery-trail ini punya clock speed yang terbilang cukup tinggi jika melihat dari konsumsi daya yang ia butuhkan.  Tapi setelah dilihat lagi, ia berjalan di BCLK 80 MHz, yang artinya, multiplier-nya lah yang membuat CPU clock speed terlihat tinggi.

Dari experience yang saya dapatkan selama menggunakan Chuwi Hi12 baik dalam mode Windows maupun Android, nampaknya performa SoC Intel Atom X5 Z8350 ini masih di bawah Laptop murmer bertenaga Intel Celeron. Terutama Responsifitas saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain. Apalagi, jika salah satu aplikasi tersebut menyedot resource RAM yang cukup tinggi seperti chrome. Jangan Tanya deh untuk kegiatan editing video, untuk editing foto resolusi menengah saja, terlihat sekali hardware pada Chuwi Hi12 ini ngos-ngos-an.

Walau Di tunjang RAM sebesar 4GB yang berjalan di mode single channel, performa Chuwi Hi12 sudah cukup mampu membuatnya berakselerasi di Windows 10 yang terkenal cukup banyak menguras resource Memory. Core sebanyak 4 buah

Kesimpulan

Harga yang anda bayarkan akan lebih banyak membeli desain dan sales poin portabilitasnya. Karena, untuk performa, sebaiknya anda berfikir ulang. Atau saya sarankan membeli laptop standar sekalipun bertenaga Celeron. Tapi jika anda memang mencari convertible device, dibanding beberapa produk sejenis, harga yang di tawarkan masih price to performace banget, tambah lagi dengan kualitas layar, kapasitas RAM dan system operasi original dimana kebanyakan produk sejenis, belum menyertakan OS original.

Nah, keputusan ada pada anda sekarang. Jika anda tipikal orang yang terbiasa menggunakan laptop berspesifikasi cepat, sebaiknya anda tidak usah mencoba produk ini. Kecuali jika anda sudah belajar jadi orang yang lebih sabar.

Baca juga : Review: Axioo Windroid 9G – Convertible 2 in 1 Terjangkau Dual OS

Plus :

  • Layar IPS dengan resolusi tinggi
  • Build Quality dan Material Di atas rata-rata produk berharga setara

Minus :

  • Tidak ada function shortcut untuk mengatur brightness LCD.
  • Sensor Auto Rotate sangat sensitif
Tags: chery trailchuwichuwi hi12intel atomlaptop convertible

Rifan Fernando

Related Posts

Laptop ASUS Vivobook 14 (M1407) menyala di atas meja kayu dengan latar belakang pencahayaan biru ambient dan tanaman. Gambar unggulan untuk artikel review laptop AI 10 jutaan yang memiliki daya tahan baterai 15 jam.
Review

ASUS Vivobook 14 (M1407): Laptop AI 10 Juta, Baterai 15 Jam! Kok Bisa?

by Yusril_Pemmzchannel
22/12/2025
Review MSI Raider 18 HX AI tampak belakang di atas meja kerja, menampilkan desain premium laptop gaming flagship dengan logo naga MSI.
Review

Review MSI Raider 18 HX AI: Harga Laptop 72 Juta, Waras atau Gimmick?

by Yusril_Pemmzchannel
02/12/2025
Review ASUS ExpertBook PM3 yang sedang menjalani uji ketahanan ekstrem dengan disiram air dan diinjak kaki untuk membuktikan kualitas laptop badak yang tetap menyala.
Review

Review ASUS ExpertBook PM3: Disiksa Tetap Nyala, Definisi Laptop Badak!

by Yusril_Pemmzchannel
28/11/2025
Next Post
AMD-Ryzen-3-Indonesia-PCN FI

AMD Ryzen 3 di Indonesia, Akankah menjadikan Hat-Trick?

Review Asus ROG G752VSK Indonesia PCN fi

Hands-On Review Asus ROG G752VSK - Lebih Sempurna Dengan CPU Intel Gen 7 dan Panel 120Hz

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Vivobook S14 Vivobook S14 Vivobook S14
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tips dan Trick : Cara Mengetahui Password WIFI dengan CMD

05/09/2019
ASUS VivoBook 14 A442U indonesia pemmzchannel FI

Baru nih, ASUS VivoBook 14 A442U – Kini dengan Intel Generasi ke-8

07/11/2017
Ini cara cek kapasitas RAM maksimal

Cara Cek Kapasitas RAM Maksimal di PC atau Laptop Windows

30/07/2021

Cara Installasi Driver GPU yang Baik dan Benar

07/02/2013

Review ASUS A451LB: Pengganti sang legenda A46CB + Tutorial Upgrade RAM

300

Cara Installasi Driver GPU yang Baik dan Benar

150
Clash of Clans

Clash of Clans : Town Hall 11 hadir sebagai update terbaru? (updated)

146
Asus A456UF

Review Asus A456UF – A Series Pertama Asus Dengan Intel Skylake

119
Infografis skor AnTuTu Redmi Turbo 5 Max mencapai 3,61 juta dengan chipset MediaTek Dimensity 9500s.

Redmi Turbo 5 Max Cetak Skor AnTuTu 3,3 Juta, Performa Kelas Flagship Makin Nyata!

20/01/2026
Infografis fitur 45W All-Round FastCharge dan All-time Adaptive Bypass Charging pada smartphone Infinix NOTE Edge.

Mengenal Teknologi Self-Repairing Baterai Infinix NOTE Edge, Sekali Cas Tahan Seharian!

20/01/2026
Ilustrasi kapasitas baterai Realme P4 Power sebesar 10.000mAh dengan latar belakang smartphone berwarna pink kemerahan.

Realme P4 Power Terpantau di Geekbench, Usung Baterai Jumbo 10.000mAh

20/01/2026
Tampak samping belakang iQOO 15 Ultra warna Emerald Green dengan detail lampu LED di sekitar modul kamera.

Bocoran iQOO 15 Ultra: Bawa Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Fast Charging 200W!

20/01/2026

About

Pemmzchannel adalah portal media digital informasi teknologi terbaru bagi anda para gamer, tech-geeks, review gadget, laptop dan PC desktop gaming terbaru,serta berita unik seputar dunia IT.

Categories

  • Best Pick
  • Components
  • Digital Magazine
  • Featured
  • Gadget
  • Gadgets
  • Game
  • Laptop & PC
  • News
  • other
  • Promo
  • Review
  • Tips and Trick
  • Versus

Recent Post

  • Redmi Turbo 5 Max Cetak Skor AnTuTu 3,3 Juta, Performa Kelas Flagship Makin Nyata!
  • Mengenal Teknologi Self-Repairing Baterai Infinix NOTE Edge, Sekali Cas Tahan Seharian!
  • Realme P4 Power Terpantau di Geekbench, Usung Baterai Jumbo 10.000mAh
  • Bocoran iQOO 15 Ultra: Bawa Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Fast Charging 200W!
  • About Us
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

© 2024 Pemmzchannel

Bottom Ad
No Result
View All Result
  • NEWS
  • REVIEW
  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US

© 2024 Pemmzchannel