Pasar komputer dunia tengah menghadapi tekanan besar pada 2026. Kenaikan harga komponen membuat biaya produksi meningkat, sementara konsumen mulai mempertimbangkan ulang rencana membeli komputer atau laptop baru. Kondisi ini tercermin dari penurunan pengiriman PC global yang mencapai 21% pada kuartal ketiga tahun ini.
Berdasarkan data awal Counterpoint Research, pengiriman komputer dan laptop di seluruh dunia hanya mencapai 57 juta unit selama Q3 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa industri PC masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga harga perangkat tetap terjangkau di tengah meningkatnya biaya produksi. Situasi ini bukan sekadar persoalan penurunan angka pengiriman. Perubahan tersebut juga menggambarkan bagaimana harga komponen, keputusan konsumen, dan strategi produsen saling memengaruhi arah industri komputer.
Harga DRAM dan NAND Membebani Industri PC Global
Salah satu faktor utama di balik melemahnya pasar PC 2026 adalah kenaikan harga DRAM dan NAND. Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam komputer modern. DRAM digunakan sebagai memori kerja, sedangkan NAND menjadi teknologi penyimpanan pada berbagai perangkat, termasuk SSD.

Ketika harga komponen meningkat, produsen harus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi. Pilihannya adalah menyerap sebagian kenaikan biaya atau menyesuaikan harga jual perangkat. Kedua strategi tersebut memiliki konsekuensi tersendiri, terutama ketika daya beli konsumen sedang menghadapi tekanan.
Bagi calon pembeli, harga komputer yang semakin mahal dapat menjadi alasan untuk menunda upgrade. Laptop yang sebelumnya direncanakan untuk diganti mungkin masih digunakan beberapa bulan lagi, selama performanya dianggap mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Penurunan pengiriman PC pada Q3 2026 juga terlihat secara kuartalan, yakni sebesar 13,8% dibandingkan Q2 2026. Selain persoalan harga, perbandingan tahunan turut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pada Q3 2025 menjelang berakhirnya dukungan Windows 10. Artinya, pelemahan pasar tidak hanya berkaitan dengan harga perangkat, tetapi juga perubahan momentum pembelian konsumen.
Lenovo Masih Memimpin, Apple dan ASUS Lebih Tahan Tekanan
Di tengah penurunan pengiriman PC global, Lenovo tetap menempati posisi teratas dengan distribusi 15 juta unit. Meski demikian, pencapaian tersebut turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. HP berada di posisi berikutnya dengan 10,3 juta unit, mengalami penurunan 31%. Sementara itu, Dell mengirimkan 7,6 juta unit atau turun 25% secara tahunan. Apple mencatat pengiriman sebanyak 5,6 juta unit dengan penurunan 11%. ASUS menyusul dengan 5,2 juta unit, turun 7% dibandingkan Q3 2025.

| Merek | Pengiriman Q3 2026 | Perubahan tahunan |
| Lenovo | 15 juta unit | -23% |
| HP | 10,3 juta unit | -31% |
| Dell | 7,6 juta unit | -25% |
| Apple | 5,6 juta unit | -11% |
| ASUS | 5,2 juta unit | -7% |
Data tersebut memperlihatkan perbedaan ketahanan antarmerek ketika pasar mengalami tekanan. Apple dan ASUS mencatat penurunan yang lebih kecil daripada pasar secara keseluruhan. Kondisi ini membuat pangsa pasar keduanya meningkat meskipun jumlah pengiriman tetap menyusut.
Namun, kenaikan pangsa pasar tidak otomatis berarti penjualan kedua merek tersebut tumbuh. Peningkatan itu terjadi karena penurunan pengiriman mereka relatif lebih ringan dibandingkan penurunan pasar secara keseluruhan.
Pasar PC Belum Menunjukkan Tanda Pemulihan pada 2027
Tantangan industri komputer diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Counterpoint Research memperkirakan pengiriman PC global pada Q4 2026 akan turun lebih dalam, mencapai 27% secara tahunan. Jika proyeksi tersebut terwujud, produsen harus menghadapi tekanan tambahan menjelang akhir tahun. Strategi penetapan harga, pengelolaan persediaan, dan penyesuaian produk berpotensi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing.

Sementara itu, volume pengiriman sepanjang 2027 diperkirakan relatif stagnan dibandingkan 2026. Proyeksi ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar komputer kemungkinan tidak berlangsung cepat.
Bagi konsumen, situasi tersebut menjadi alasan untuk lebih cermat menentukan waktu pembelian. Jika perangkat lama masih mampu menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, menunda upgrade bisa menjadi pilihan masuk akal. Sebaliknya, pengguna yang memerlukan komputer untuk pekerjaan penting tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan performa, anggaran, dan masa penggunaan perangkat.
Pada akhirnya, arah pasar PC akan bergantung pada kemampuan industri mengatasi tekanan biaya serta menjaga harga tetap sesuai daya beli konsumen. Selama komponen utama masih membebani biaya produksi, produsen perlu mencari keseimbangan antara harga, spesifikasi, dan permintaan agar pasar komputer dapat kembali tumbuh.
Baca juga:
- Lisensi Windows 11 Disebut Akan Naik, Harga PC Bisa Ikut Mahal!
- Bikin Penasaran, Infinix Bawa AI NAS dan Mini PC X1 ke Indonesia!
- GTA 6 Rilis di PC pada 2027? Gamer Mulai Berpikir Dua Kali Beli PS5!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.





















