Kehadiran OPPO A6c menambah panjang daftar smartphone entry-level dari OPPO yang semakin agresif di pasar global. Menariknya, perangkat ini tidak sekadar menjadi “pelengkap seri A”, tetapi hadir dengan pendekatan berbeda, terutama dari sisi daya tahan baterai dan efisiensi penggunaan harian.
Jika biasanya HP entry-level identik dengan spesifikasi standar, OPPO A6c justru mencoba tampil lebih kompetitif. Perbedaan mencolok terlihat dari versi globalnya yang tidak sepenuhnya sama dengan versi Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa OPPO cukup serius menyesuaikan kebutuhan pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.
Dengan strategi ini, OPPO seakan ingin menyasar pengguna yang butuh smartphone tahan lama untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus mengeluarkan budget besar. Cocok untuk pelajar, pekerja lapangan, atau bahkan pengguna kasual yang tidak terlalu membutuhkan performa ekstrem.
Spesifikasi OPPO A6c
Dari sisi tampilan, OPPO A6c dibekali layar IPS 6,75 inci dengan resolusi HD+. Walaupun belum Full HD, pengalaman visual tetap terasa nyaman berkat refresh rate 120Hz yang membuat scrolling dan animasi jauh lebih halus dibanding HP di kelasnya.

Masuk ke sektor performa, versi global menggunakan chipset UNISOC T7250, berbeda dari versi Tiongkok yang memakai Snapdragon. Dipadukan dengan RAM 4GB LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2 hingga 128GB, performanya cukup untuk kebutuhan seperti media sosial, streaming, hingga multitasking ringan.
Namun, daya tarik utamanya ada di baterai. OPPO A6c dibekali kapasitas 7000 mAh, angka yang tergolong besar bahkan untuk kelas menengah. Ini berarti pengguna bisa mendapatkan daya tahan hingga seharian penuh bahkan lebih, tergantung penggunaan. Fitur tambahan seperti:
- Charging 15W
- Reverse charging 5W
- Fingerprint di tombol power
- Jack audio 3.5mm
- Sertifikasi IP64
membuat perangkat ini terasa lebih “lengkap” dibanding kompetitornya di kelas entry-level. Untuk fotografi, memang tidak terlalu difokuskan. Kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP cukup untuk kebutuhan dasar seperti foto kasual dan video call.
Peluang Rilis di Indonesia dan Siapa yang Cocok Memakainya?
Saat ini, OPPO A6c sudah mulai dipasarkan di Thailand dan menariknya, perangkat ini juga telah lolos sertifikasi di Indonesia. Ini menjadi sinyal kuat bahwa peluncuran resminya di tanah air hanya tinggal menunggu waktu.

Jika benar masuk Indonesia, OPPO A6c berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen harga terjangkau. Apalagi dengan tren pengguna yang mulai mencari HP dengan baterai besar dan daya tahan tinggi. Lalu, siapa yang cocok memakai HP ini?
- Pengguna aktif seharian: Cocok untuk driver online, pekerja lapangan, atau traveler
- Pelajar & mahasiswa: Untuk belajar online, media sosial, dan hiburan
- Pengguna second device: Sebagai HP cadangan dengan baterai tahan lama
Alih-alih fokus pada performa tinggi, OPPO A6c justru bermain di aspek kepraktisan, sesuatu yang sering lebih dibutuhkan oleh pengguna sehari-hari. Dengan kombinasi layar halus, baterai jumbo, dan fitur cukup lengkap, OPPO A6c bisa menjadi “hidden gem” di kelas entry-level jika harganya kompetitif saat masuk Indonesia.
Kalau kamu lagi cari HP murah tapi tahan lama, OPPO A6c ini layak banget untuk masuk wishlist. Tinggal tunggu saja kapan resmi rilis di Indonesia.
Baca juga:
- Oppo Find N6 Resmi Debut, Layarnya Nyaris TANPA Lipatan!
- OPPO A6s vs OPPO A6: Selisih Tipis, Tapi Fitur Ini Jadi Penentu!
- Bocoran OPPO Find X9s Pro Terungkap Kamera 200 MP Ganda Jadi Senjata!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















