Di tengah panasnya perbincangan publik mengenai kasus Chromebook yang menyeret nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, pihak Google Indonesia akhirnya angkat bicara. Raksasa teknologi ini memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar, terutama terkait peran mereka dalam proyek pengadaan laptop untuk sekolah di seluruh Indonesia. Pernyataan ini menjadi penting untuk memahami posisi Google dalam polemik yang sedang bergulir.
Google Akhirnya Buka Suara Soal Kasus Chromebook yang Menjerat Nadiem Makarim!
Melalui pernyataan resminya, Google dengan tegas membantah terlibat secara langsung dalam proses transaksi pengadaan Chromebook. Juru bicara Google Indonesia menjelaskan bahwa peran utama perusahaan adalah sebagai penyedia platform teknologi dan sistem operasi (ChromeOS), bukan sebagai penjual perangkat keras kepada pemerintah.
Peran Google: Penyedia Sistem Operasi, Bukan Pemasok Laptop
“Kami tidak menjual hardware secara langsung,” tegas Google dalam keterangannya. Mereka meluruskan bahwa model bisnis yang diterapkan adalah dengan memberikan lisensi ChromeOS kepada berbagai produsen laptop (OEM/Original Equipment Manufacturer) di seluruh dunia. Para produsen inilah yang kemudian merakit perangkat Chromebook dengan berbagai merek dan spesifikasi.
Proses Pengadaan Sesuai E-katalog LKPP
Lebih lanjut, Google menjelaskan bahwa proses pengadaan Chromebook oleh Kemendikbudristek dilakukan sepenuhnya melalui mekanisme yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu melalui sistem e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dalam sistem ini, para produsen atau mitra lokal mereka yang memasukkan produk Chromebook ke dalam katalog. Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, kemudian memilih dan membeli produk dari penyedia yang terdaftar di sana. Dengan demikian, Google tidak memiliki andil dalam menentukan pemenang tender atau mengatur harga perangkat.
Kemitraan dengan Pemerintah Fokus pada Manfaat Pendidikan
Google juga menyoroti tujuan utama dari kemitraan mereka dengan pemerintah Indonesia. Fokus utama kolaborasi ini adalah untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan dan memastikan siswa serta guru memiliki akses ke perangkat pembelajaran yang aman, mudah dikelola, dan terjangkau.

Program penyediaan laptop ini, menurut Google, dirancang untuk memberikan dampak positif yang luas bagi ekosistem pendidikan nasional. Chromebook dipilih karena kemudahan penggunaan, sistem keamanan yang kuat, dan kemampuannya untuk dikelola secara massal dari jarak jauh oleh admin sekolah, yang dianggap sangat cocok untuk lingkungan pendidikan.
Klarifikasi dari Google ini memberikan perspektif baru dalam melihat kasus Chromebook yang kompleks. Pernyataan ini memposisikan Google sebagai fasilitator teknologi, sementara proses pengadaan dan transaksi sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan para mitra produsen perangkat keras sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Baca juga:
- Google Akan Hadirkan Gaming Chromebook Bersama Nvidia
- Apa Itu Chromebook? Laptop Murah yang Seret Nadiem Makarim Ke Pusaran Korupsi!
- Kenapa Chromebook Lebih Baik dari Pada Laptop Windows?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















