Berlin, Jerman, 14 September 2026 — Lenovo kembali memperluas keluarga Yoga dengan membawa sejumlah perangkat baru ke ajang Lenovo Innovation World di IFA 2026. Kali ini, Lenovo tidak hanya mengejar perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi mencoba menjawab persoalan yang sering dialami kreator: bagaimana menjaga alur kerja tetap lancar ketika ide berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain?
Jawabannya terlihat dari kombinasi laptop berperforma tinggi, perangkat 2-in-1, tablet yang mengutamakan penggunaan pen, sampai sistem yang menghubungkan pengalaman antarperangkat.
Yang menarik, Lenovo Yoga terbaru tidak dibangun hanya untuk satu jenis pekerjaan. Kreator bisa saja memulai ide lewat coretan di tablet, mengolahnya di laptop, melakukan rendering, kemudian kembali menggunakan tablet untuk presentasi atau revisi. Konsep seperti inilah yang coba diperkuat Lenovo melalui Yoga Pro 9n, Yoga 9n 2-in-1, Yoga Tab Plus Gen 2, Yoga Tab Gen 2, Lenovo Smart Canvas Concept, dan Lenovo Qira.
Lenovo Yoga Pro 9n Bawa Komputasi AI Lokal ke Kelas Kreator
Salah satu perangkat yang paling menarik perhatian adalah Lenovo Yoga Pro 9n (15”, 11). Laptop ini menyasar kreator dan developer yang membutuhkan performa tinggi tanpa harus selalu bergantung pada pemrosesan cloud.

Lenovo membekalinya dengan NVIDIA RTX Spark dan unified memory hingga 128GB dengan kecepatan 9400 MT/s. Kapasitas sebesar ini jelas bukan sekadar angka untuk kebutuhan sehari-hari. Targetnya lebih spesifik, yakni pekerjaan yang membutuhkan komputasi besar seperti pengembangan AI lokal, rendering 3D, editing konten, sampai pengembangan software.
Di sinilah pendekatan Lenovo terasa cukup menarik. Perangkat AI saat ini memang semakin banyak, tetapi kebutuhan komputasi lokal juga ikut meningkat. Bagi kreator, menjalankan proses tertentu secara lokal bisa menjadi keuntungan ketika pekerjaan membutuhkan performa, respons cepat, atau akses ke data yang tidak ingin terus-menerus diproses melalui layanan online.
Selain AI, laptop ini membawa kemampuan RTX untuk gaming. Jadi, satu perangkat dapat digunakan untuk pekerjaan profesional sekaligus hiburan. Lenovo juga memberikan perhatian pada sisi visual melalui layar PureSight Pro OLED. Akurasi warna, kontras dan detail menjadi bagian penting bagi pengguna yang bekerja dengan foto, video, ilustrasi atau desain.
Kamera IR 9,2MP, konektivitas untuk perangkat eksternal, Force Pad dengan haptic feedback, serta dukungan pen semakin menunjukkan bahwa Yoga Pro 9n memang dirancang sebagai perangkat kerja kreatif, bukan laptop yang sekadar mengejar performa.
Yoga 9n 2-in-1 Tawarkan Cara Kerja yang Lebih Fleksibel
Kalau Yoga Pro 9n mengedepankan performa, Lenovo Yoga 9n 2-in-1 (16”, 11) mencoba menggabungkan performa tersebut dengan fleksibilitas. Laptop konvertibel ini menggunakan engsel 360 derajat sehingga bisa dipakai dalam mode Laptop, Tablet, Tent, Stand, maupun Canvas. Buat kreator, perubahan bentuk seperti ini sebenarnya cukup relevan karena kebutuhan saat bekerja memang tidak selalu sama.

Saat mengetik kode atau mengedit dokumen, mode Laptop terasa lebih natural. Ketika membuat sketsa atau memberikan anotasi, mode Tablet lebih masuk akal. Sementara ketika presentasi, perangkat dapat diposisikan sebagai Stand. Hal yang cukup unik adalah dukungan input pen pada dua permukaan. Pengguna dapat menggunakan pen pada layar PureSight Pro OLED maupun Force Pad yang dilengkapi haptic feedback.
Yoga Pen Gen 2 juga mendukung 8.192 tingkat sensitivitas tekanan, deteksi kemiringan dan palm rejection. Kombinasi ini ditujukan untuk memberikan kontrol yang lebih natural saat menggambar, membuat anotasi, atau melakukan pekerjaan kreatif dengan detail.
Performanya sendiri ditopang NVIDIA RTX Spark dan unified memory hingga 64GB dengan kecepatan 9400 MT/s. Lenovo menyebut perangkat ini dapat menangani berbagai tools kreatif dan AI, termasuk Adobe Premiere Pro, ComfyUI serta model lokal seperti FLUX dan LTX.
Layar 16 inci dengan variable refresh rate hingga 120Hz turut mendukung aktivitas seperti editing, animasi, penggunaan pen hingga gaming. Dengan kata lain, Yoga 9n 2-in-1 bukan cuma soal laptop yang bisa dilipat. Lenovo mencoba menjadikannya sebagai ruang kerja digital yang bisa berubah mengikuti aktivitas penggunanya.
Dua Tablet Yoga Baru Tidak Lagi Sekadar Teman Hiburan
Lenovo juga memperkenalkan Yoga Tab Plus Gen 2 dan Yoga Tab Gen 2. Keduanya membawa pendekatan yang cukup berbeda dari tablet konvensional karena Lenovo menempatkan pen sebagai salah satu cara utama untuk berinteraksi. Ide tidak selalu muncul ketika seseorang sedang duduk di depan laptop. Bisa saja muncul ketika sedang bepergian, berada di kafe, mengikuti meeting, atau sekadar melihat sesuatu yang menarik.

Karena itu, kedua tablet dirancang untuk mendukung input melalui pen, suara, visual dan sentuhan. Beberapa fitur AI yang dibawa antara lain Lenovo AI Vision, Smart AI Input, AI Creation Tools, AI Note dan Live Transcript. Yoga Tab Plus Gen 2 menjadi opsi dengan performa lebih tinggi. Tablet ini menggunakan Snapdragon 8 Elite Mobile Platform with Qualcomm Oryon CPU dan layar 4K PureSight Pro berukuran 13 inci.
Untuk pengguna yang sesekali membutuhkan pengalaman mengetik seperti laptop, tersedia keyboard magnetic clamshell sebagai aksesori. Sementara kebutuhan audio ditangani sistem Harman Kardon. Di sisi lain, Lenovo Yoga Tab Gen 2 lebih menonjolkan mobilitas. Tablet berukuran 11 inci ini memiliki bobot sekitar 480 gram dan menggunakan MediaTek Dimensity 9500s dengan optimasi AI.
Ukurannya membuat perangkat ini lebih mudah dibawa untuk mencatat, menggambar, membaca maupun menikmati konten. Dengan tambahan keyboard detachable 2-in-1 dan Tab Pen Pro 2, pengguna dapat mengubahnya dari perangkat kreatif berbasis pen menjadi perangkat produktivitas.
Menariknya lagi, kedua tablet mendapatkan dukungan tujuh kali pembaruan OS hingga Android 24 serta pembaruan keamanan hingga 2033. Jadi, Lenovo tampaknya tidak hanya memikirkan pengalaman saat perangkat pertama kali digunakan, tetapi juga umur pemakaiannya.
Lenovo Smart Canvas dan Qira Jadi Penghubung Antarperangkat
Bagian paling menarik dari portofolio ini justru bukan perangkat kerasnya, melainkan cara perangkat-perangkat tersebut dapat bekerja bersama. Lenovo memperkenalkan Smart Canvas Concept, sebuah konsep pengalaman lintas perangkat yang memungkinkan pengguna menangkap dan melanjutkan ide menggunakan perangkat Lenovo yang kompatibel.

Misalnya, sebuah gagasan dimulai dari coretan menggunakan pen di tablet. Setelah berkembang, pekerjaan tersebut dapat diteruskan di layar yang lebih besar. Input juga tidak terbatas pada pen karena konsep ini menggabungkan suara, kamera, sentuhan dan metode interaksi lainnya.
Lenovo mendemonstrasikan konsep tersebut melalui Yoga AIO i Aura Edition dan Yoga Tab Gen 2 di Innovation World 2026. Di sinilah Lenovo Qira ikut mengambil peran. Teknologi personal ambient intelligence tersebut dirancang untuk memahami konteks penggunaan di perangkat PC dan tablet Yoga yang didukung.
Secara sederhana, pendekatannya adalah membuat perangkat lebih memahami apa yang sedang dikerjakan pengguna sehingga perpindahan pekerjaan antarperangkat terasa lebih mulus. Bagi kreator, konsep ini cukup masuk akal. Workflow modern memang jarang berjalan lurus. Satu proyek bisa melibatkan laptop, tablet, kamera, aplikasi editing, catatan, meeting dan berbagai sumber inspirasi sekaligus.
Kalau ekosistem bisa mengurangi kebutuhan pengguna untuk terus memindahkan konteks pekerjaan secara manual, waktu yang biasanya habis untuk mengatur perangkat bisa dialihkan kembali untuk mengerjakan proyek.
Yoga Terbaru Lenovo Punya Satu Benang Merah: Workflow
Jika diperhatikan, seluruh lini Lenovo Yoga terbaru sebenarnya memiliki benang merah yang sama. Lenovo tidak hanya menawarkan laptop atau tablet dengan spesifikasi tinggi, tetapi mencoba membangun ekosistem yang mengikuti perjalanan sebuah ide.
Yoga Pro 9n ditujukan untuk pekerjaan berat dan komputasi lokal. Yoga 9n 2-in-1 memberikan fleksibilitas bentuk sekaligus pengalaman pen. Yoga Tab Plus Gen 2 mengincar kreator yang membutuhkan layar besar dan performa tinggi dalam format tablet, sedangkan Yoga Tab Gen 2 lebih menekankan mobilitas.
Kemudian Smart Canvas Concept dan Lenovo Qira berfungsi sebagai lapisan pengalaman yang menghubungkan berbagai perangkat tersebut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perangkat kreatif masa kini tidak lagi cukup hanya cepat. Cara perangkat mengikuti kebiasaan pengguna juga semakin penting.
Berapa Harganya?
Untuk harga dan ketersediaan Lenovo Yoga Pro 9n (15”, 11), Yoga 9n 2-in-1 (16”, 11), Yoga Tab Plus Gen 2 dan Yoga Tab Gen 2 di Indonesia, Lenovo menyebut informasinya akan diumumkan lebih lanjut.
Buat kreator yang aktivitasnya sering berpindah dari meja kerja ke perjalanan, dari sketsa ke editing, atau dari tablet ke laptop, lini Yoga terbaru ini menarik untuk diperhatikan. Bukan karena semua fiturnya harus dipakai sekaligus, tetapi karena Lenovo mulai melihat workflow kreatif sebagai satu ekosistem, bukan sekadar kumpulan perangkat terpisah.
Baca juga:
- Apakah Lenovo Legion 5 15AGP11 Layak Dibeli dengan Harga 40 Jutaan?
- Lenovo Legion C700 Resmi Dirilis, Handheld Android dengan Layar 120Hz!
- Lenovo Tab Plus Gen 2 Masuk Indonesia, Tablet Ini Punya 9 Speaker JBL?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















