Apple kembali menunjukkan ambisinya dalam mengembangkan chipset untuk lini iPhone. Setelah A20 Pro debut bersama iPhone 18 Pro Series, performa chip tersebut kini mulai menjadi perhatian berkat hasil benchmark yang beredar. Menariknya, perangkat yang diduga merupakan iPhone 18 Pro Max tercatat menggunakan motherboard dengan kode V64AP.
Dalam pengujian Geekbench 7, perangkat tersebut memperoleh skor 4.042 poin untuk single-core dan 11.691 poin pada multi-core. Angka tersebut tergolong sangat tinggi untuk sebuah smartphone. Bahkan, jika hanya melihat kemampuan satu inti CPU, A20 Pro mampu berada di atas chipset Apple M5 Max yang digunakan pada perangkat Mac.
M5 Max sendiri dilaporkan memperoleh skor single-core sekitar 3.785 poin pada MacBook Pro 16 inci. Artinya, A20 Pro memiliki keunggulan sekitar 7 persen dalam pengujian single-core. Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa iPhone 18 Pro Max bakal mengalahkan Mac dalam semua jenis pekerjaan.
Benchmark hanya menggambarkan kondisi pengujian tertentu dan belum tentu mencerminkan performa perangkat ketika digunakan dalam skenario nyata.
A20 Pro Unggul di Single-Core, Tapi M5 Max Masih Berkuasa
Perbedaan paling jelas terlihat ketika pengujian beralih ke multi-core. A20 Pro memang mencatat angka tinggi, tetapi M5 Max tetap berada di kelas berbeda karena memiliki jumlah core CPU yang jauh lebih banyak. A20 Pro dibekali enam core CPU, sedangkan M5 Max mempunyai hingga 18 core CPU. Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa chip kelas desktop Apple masih lebih cocok untuk pekerjaan berat yang memanfaatkan banyak core secara bersamaan.

Dengan kata lain, keunggulan A20 Pro pada single-core lebih menarik sebagai bukti seberapa jauh performa CPU smartphone berkembang. Chip ini tampaknya mampu memberikan respons cepat ketika menjalankan tugas yang tidak terlalu bergantung pada banyak core.
Fenomena tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Generasi sebelumnya, A19 Pro, juga sempat menunjukkan performa single-core yang sangat kompetitif terhadap chip seri M Apple. Hal ini memperlihatkan bahwa Apple tidak sekadar meningkatkan performa iPhone dari sisi efisiensi, tetapi juga terus mendorong kemampuan komputasi inti CPU agar semakin tinggi.
Benchmark Tinggi Belum Tentu Mengalahkan Performa Mac
Meski hasil Geekbench A20 Pro terlihat mengesankan, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Skor benchmark bukan berarti A20 Pro secara keseluruhan lebih kencang daripada M5 Max. Smartphone dan komputer desktop memiliki karakter penggunaan yang berbeda. iPhone membutuhkan keseimbangan antara performa, konsumsi daya, suhu, serta daya tahan baterai. Sementara itu, Mac memiliki ruang dan sistem pendinginan yang lebih mendukung pekerjaan berat dalam waktu lama.

Perbedaan juga bisa semakin terasa ketika membahas GPU dan beban kerja berkelanjutan. Mac dengan M5 Max tentunya lebih diarahkan untuk menangani pekerjaan seperti editing video, rendering, komputasi profesional, hingga multitasking berat.
Karena itu, hasil A20 Pro ini lebih tepat dianggap sebagai sinyal bahwa batas performa chipset smartphone semakin mendekati wilayah desktop. Angka single-core yang tinggi memang keren, tetapi pengalaman penggunaan sehari-hari tetap menjadi penentu sebenarnya.
Kita masih perlu menunggu iPhone 18 Pro Series digunakan secara luas untuk melihat apakah performa A20 Pro di benchmark benar-benar terasa dalam aktivitas nyata. Jika konsistensinya bagus, chipset ini bisa menjadi salah satu lompatan performa paling menarik di generasi iPhone terbaru.
Baca juga:
- Rilis! ASUS Vivobook Terbaru Tawarkan 6 Warna Trendy & Opsi Chipset AI
- Xiaomi Akan Kenalkan Xring O3, Chipset Baru yang Katanya Punya Performa Hebat!
- Google Tensor G6 Setara Chipset Flagship Apa? Jangan Salah Tebak!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















