Ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) ternyata tidak hanya menjadi pesta bagi Nvidia. Di balik pusat data yang semakin sibuk menjalankan berbagai model AI, ada Broadcom yang ikut mencatat pertumbuhan bisnis luar biasa. Pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, pendapatan semiconductor AI Broadcom mencapai USD16,7 miliar atau sekitar Rp278 triliun.
Angka ini melonjak 221% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan kuartal sebelumnya, pendapatannya masih tumbuh 54%. Menariknya, Broadcom tidak bermain dengan strategi yang sama seperti Nvidia. Perusahaan justru banyak mengambil peran di balik layar melalui pengembangan chip AI khusus dan teknologi jaringan pusat data.
Chip AI Broadcom Bukan Sekadar Ikut Tren AI
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan industri AI ternyata jauh lebih luas daripada sekadar membeli GPU. Ketika perusahaan teknologi membangun pusat data dalam skala besar, mereka juga membutuhkan berbagai komponen agar ribuan chip dapat bekerja secara bersamaan.

Di sinilah Broadcom punya posisi yang cukup menarik. CEO Broadcom Hock Tan menyebut kuatnya permintaan terhadap custom AI accelerator dan produk networking menjadi pendorong utama bisnis semiconductor AI perusahaan. Custom accelerator atau ASIC merupakan chip yang dirancang untuk kebutuhan tertentu. Berbeda dengan GPU serbaguna, chip jenis ini bisa dibuat lebih spesifik terhadap pekerjaan AI yang dijalankan sebuah perusahaan.
Strategi tersebut semakin relevan karena perusahaan teknologi besar mulai mencari cara untuk membuat pengoperasian AI lebih efisien. Ketergantungan terhadap GPU tetap tinggi, tetapi membuat chip sendiri bisa menjadi alternatif ketika skala komputasi sudah sangat besar.
Artinya, Broadcom tidak harus memenangkan persaingan GPU secara langsung untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan AI.
Pendapatan Melesat, Tapi Investor Tetap Waspada
Secara keseluruhan, Broadcom membukukan pendapatan USD29,59 miliar pada kuartal tersebut. Nilai ini naik 86% secara tahunan. Sementara laba bersihnya mencapai USD13,09 miliar, atau melonjak 216%. Namun, pasar ternyata tidak langsung memberikan respons positif. Saham Broadcom sempat terkoreksi lebih dari 3% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Penyebabnya bukan karena bisnis AI sedang melemah. Justru ekspektasi pasar terhadap Broadcom sudah sangat tinggi. Perusahaan memperkirakan pendapatan semiconductor AI pada kuartal berikutnya mencapai sekitar USD21,7 miliar, naik 236% dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang membuat investor sedikit kecewa adalah proyeksi total pendapatan kuartal berikutnya sebesar USD34,8 miliar, sedikit di bawah estimasi analis sekitar USD35,03 miliar. Situasi ini menunjukkan satu hal penting: di pasar saham, pertumbuhan fantastis saja belum tentu cukup. Investor juga melihat apakah perusahaan mampu melampaui ekspektasi yang sudah telanjur tinggi.
Masa Depan Broadcom Ditentukan oleh Skala AI
Jika proyeksi USD21,7 miliar tersebut tercapai, pendapatan semiconductor AI Broadcom dalam satu kuartal akan setara sekitar Rp361 triliun. Angka sebesar itu menunjukkan betapa besarnya uang yang berputar di ekosistem infrastruktur AI.

Broadcom juga diuntungkan dari kebutuhan networking. Semakin banyak chip AI yang dipasang dalam pusat data, semakin penting koneksi berkecepatan tinggi agar seluruh sistem dapat bekerja efisien. Karena itu, cerita Broadcom sebenarnya bukan hanya tentang chip. Perusahaan berada di persimpangan antara komputasi AI dan konektivitas pusat data.
Bagi industri, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa persaingan AI ke depan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki GPU paling powerful. Efisiensi, chip khusus, dan kemampuan menghubungkan ribuan prosesor juga akan menjadi bagian penting dari perlombaan tersebut.
Broadcom tampaknya sudah mengambil posisi di area tersebut. Dan melihat pertumbuhan pendapatan AI hingga ratusan persen, strategi itu mulai menunjukkan hasil yang sulit diabaikan.
Baca juga:
- Xiaomi 18 Fold Siap Debut Bulan Depan, Chip Xring O3 Jadi Senjata Rahasia!!
- Google Tensor G6 Setara Chipset Flagship Apa? Jangan Salah Tebak!
- Apple Rilis Chip M6 2 Nm dan M5 Ultra, Performa AI Makin Ngeri?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















