Selama bertahun-tahun, Minecraft dikenal sebagai salah satu game yang ramah untuk berbagai jenis komputer, termasuk PC dengan spesifikasi sederhana. Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Mojang resmi memperbarui persyaratan sistem Minecraft: Java Edition, sebuah keputusan yang baru dilakukan lagi setelah hampir 17 tahun.
Perubahan ini bukan sekadar menaikkan angka kebutuhan RAM atau prosesor. Mojang sebenarnya sedang mempersiapkan fondasi baru agar Minecraft tetap mampu berkembang mengikuti teknologi perangkat keras modern. Dengan kata lain, studio tersebut ingin memastikan fitur-fitur baru di masa depan tidak lagi terhambat oleh keterbatasan PC generasi lama.
Kini, RAM 16 GB menjadi rekomendasi untuk menikmati preset grafis Fancy secara optimal. Sementara itu, pengguna yang ingin bermain pada pengaturan Fast tetap membutuhkan setidaknya RAM 8 GB jika memakai kartu grafis terpisah atau 12 GB bila hanya mengandalkan GPU terintegrasi.
Bagi sebagian pemain, angka tersebut mungkin terdengar cukup tinggi. Namun, Mojang menilai kapasitas memori yang lebih besar akan memberikan ruang bagi sistem operasi, launcher, serta aplikasi lain yang berjalan bersamaan tanpa mengganggu performa permainan.
Fokus Minecraft Bukan Sekadar Grafik, tetapi Stabilitas Bermain
Banyak orang mengira peningkatan spesifikasi hanya bertujuan menghadirkan visual yang lebih indah. Faktanya, Mojang justru lebih menekankan pengalaman bermain yang stabil dan konsisten.

Komputer dengan spesifikasi lama memang masih berpotensi menjalankan Minecraft. Akan tetapi, pengguna bisa mengalami berbagai kendala seperti frame rate yang tidak stabil, proses loading lebih lama, hingga gangguan visual ketika dunia permainan semakin besar atau dipenuhi mod.
Java Edition sendiri terkenal sebagai versi favorit komunitas karena mendukung ribuan mod buatan pengguna. Sayangnya, semakin kompleks mod yang dipasang, semakin besar pula kebutuhan sumber daya komputer. Karena itulah, pembaruan spesifikasi dinilai menjadi langkah logis agar pengembang tidak lagi harus terus menyesuaikan fitur baru dengan perangkat yang sudah berusia sangat tua.
Selain RAM, Mojang juga merekomendasikan penggunaan prosesor modern berbasis x86-64 maupun Arm64 agar performa game tetap optimal pada pengaturan grafis yang lebih tinggi.
Transisi ke Vulkan Jadi Langkah Penting untuk Masa Depan Minecraft
Di balik perubahan spesifikasi ini, ada misi yang lebih besar. Mojang mulai mengarahkan Minecraft menuju penggunaan API grafis Vulkan sebagai pengganti OpenGL yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Peralihan tersebut membuka peluang peningkatan performa yang lebih baik, efisiensi pemrosesan grafis, hingga kompatibilitas yang lebih luas dengan perangkat keras generasi terbaru. Teknologi Vulkan juga memungkinkan pengembang menghadirkan fitur-fitur grafis modern tanpa harus terlalu dibatasi oleh arsitektur lama.
Meski begitu, Minecraft masih tergolong ringan jika dibandingkan game AAA modern yang umumnya membutuhkan spesifikasi jauh lebih tinggi. Karena itu, mayoritas PC gaming keluaran beberapa tahun terakhir diperkirakan masih mampu menjalankan Java Edition dengan lancar.
Bagi pemain yang masih menggunakan perangkat lawas, pembaruan ini bisa menjadi sinyal bahwa sudah saatnya mempertimbangkan peningkatan RAM atau komponen lainnya. Dengan begitu, pengalaman menjelajahi dunia Minecraft tetap nyaman sekaligus siap menyambut berbagai inovasi yang akan hadir pada pembaruan-pembaruan berikutnya.
Baca juga:
- 6 Bug Minecraft Paling Mengganggu dan Solusi Mengatasinya!
- Minecraft Rilis Mode Foto “Vibrant Memories” di Bedrock Edition, Ini Fitur Barunya!
- Tips Bermain Minecraft di HP Kentang Tanpa Lag 2026!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















