Pasar smartphone lipat terus berkembang, dan Samsung tampaknya belum kehabisan ide untuk menjaga posisinya sebagai pionir. Bocoran terbaru mengungkap bahwa Samsung sedang mengembangkan varian baru bernama Galaxy Z Fold Wide, sebuah perangkat yang menawarkan pendekatan berbeda dari seri sebelumnya.
Alih-alih hanya fokus pada peningkatan performa atau kamera, Samsung mencoba bereksperimen dengan form-factor baru, khususnya pada rasio layar. Ini menjadi langkah menarik karena selama ini banyak pengguna foldable merasa layar masih belum optimal untuk produktivitas maupun hiburan.
Kehadiran Galaxy Z Fold Wide juga terasa strategis. Waktunya berdekatan dengan rumor peluncuran iPhone Fold, yang membuat persaingan di segmen ini semakin panas. Samsung jelas ingin tetap selangkah lebih maju dengan inovasi yang relevan.
Bocoran Layar Galaxy Z Fold Wide, Mirip Huawei Pura X Max?
Berdasarkan bocoran dari Ice Universe, Galaxy Z Fold Wide hadir dengan dimensi yang cukup impresif. Dalam kondisi terbuka, ukurannya sekitar 123,9 x 164,4 x 4,3 mm, menunjukkan desain yang sangat tipis untuk ukuran foldable. Saat dilipat, dimensinya berubah menjadi 123,9 x 82,2 x 9,8 mm, masih tergolong nyaman digenggam.

Namun yang paling menarik bukan sekadar ukuran, melainkan rasio layar yang diubah secara signifikan. Layar luar dikabarkan menggunakan rasio 4,7:3, sementara layar utama mengusung rasio 4:3, format yang mengingatkan pada layar tablet atau monitor klasik. Perubahan ini bukan tanpa alasan. Rasio yang lebih “lebar” membuat tampilan konten terasa lebih natural, terutama saat:
- Membaca dokumen atau e-book
- Multitasking dengan split screen
- Menonton video tanpa banyak ruang kosong
Dengan pendekatan ini, Samsung tampaknya ingin menjadikan foldable bukan sekadar gimmick, tetapi benar-benar alat produktivitas.
Persaingan Ketat dan Potensi Dampaknya
Samsung bukan satu-satunya yang mengeksplorasi konsep layar lebar. Huawei sebelumnya sudah memperkenalkan pendekatan serupa melalui perangkatnya. Meski ukuran Huawei sedikit lebih besar, perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa industri mulai bergerak ke arah yang sama: mengoptimalkan pengalaman layar, bukan hanya fleksibilitasnya.
Jika Galaxy Z Fold Wide benar-benar dirilis pada bulan Juli, kemungkinan besar perangkat ini akan diperkenalkan bersamaan dengan Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8. Ini memberi sinyal bahwa Samsung sedang menyiapkan lini produk yang lebih variatif untuk menjangkau berbagai kebutuhan pengguna.
Yang menarik untuk ditunggu adalah bagaimana pasar merespons rasio layar baru ini. Apakah pengguna akan merasa lebih nyaman? Atau justru butuh waktu untuk beradaptasi? Satu hal yang pasti, langkah Samsung ini bisa menjadi titik balik dalam evolusi smartphone lipat. Jika berhasil, bukan tidak mungkin rasio layar seperti ini akan menjadi standar baru di masa depan.
Dengan pendekatan desain yang lebih matang dan fokus pada pengalaman pengguna, Galaxy Z Fold Wide berpotensi menjadi salah satu perangkat paling menarik di tahun ini. Kita tinggal menunggu apakah inovasi ini benar-benar mampu mengubah cara kita menggunakan smartphone sehari-hari.
Baca juga:
- Harga RAM Samsung Naik 30 Persen, Siap-siap Gadget Jadi Makin Mahal!
- Samsung Galaxy A57 5G Resmi di Indonesia, Usung Spek Gahar, Berapa Harganya?
- Teknologi DRAM Samsung Dibocorkan, Mantan Pegawai Akhirnya Divonis 7 Tahun!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.


















