Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada pertengahan 2025, dengan total sekitar 9.000 karyawan terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengalihkan anggaran ke sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang kini menjadi prioritas utama.
Menurut laporan The Seattle Times, Microsoft berencana menggelontorkan dana lebih dari $80 miliar untuk pengembangan infrastruktur AI naik $25 miliar dibanding tahun fiskal sebelumnya.
Microsoft: AI Bukan Gantikan Manusia, Tapi Butuh Biaya Besar
Meski banyak yang mengira PHK ini dilakukan untuk menggantikan tenaga kerja dengan AI, laporan menyebut bahwa Microsoft lebih fokus pada penghematan biaya untuk membangun fondasi teknologi jangka panjang. Infrastruktur AI yang masif membutuhkan investasi besar, dan PHK dianggap sebagai cara untuk memangkas pengeluaran di divisi lain.

Namun, sebagian posisi yang dihapus memang berkaitan dengan pekerjaan yang kini bisa dibantu oleh AI, seperti debugging dan penulisan kode otomatis.
Industri Game Jadi Korban Terbesar?
Salah satu sektor yang paling terdampak adalah divisi gaming. Setelah sebelumnya mengakuisisi studio besar seperti ZeniMax dan Activision Blizzard, Microsoft justru menutup beberapa proyek menjanjikan, termasuk game online dari ZeniMax Online Studios yang disebut “Project Blackbird”.

Ironisnya, game tersebut dikabarkan mendapat respons positif secara internal, bahkan dari CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer. Namun, proyek itu dibatalkan karena dianggap terlalu mahal untuk dilanjutkan dan dana lebih dibutuhkan untuk AI.
Microsoft Tetap Untung, Tapi Reputasi Dipertaruhkan
Yang membuat langkah ini kontroversial adalah kenyataan bahwa Microsoft justru mencatatkan tahun keuangan terbaiknya, bahkan sempat melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar. Namun, keputusan untuk memangkas ribuan karyawan demi AI membuat reputasi perusahaan di mata publik dan industri menjadi sorotan tajam.
Kesimpulan: AI Jadi Prioritas, Tapi Apa Konsekuensinya?
Microsoft jelas sedang mengejar posisi terdepan dalam perlombaan AI global. Namun, strategi ini datang dengan harga mahal bukan hanya dari sisi finansial, tapi juga dari sisi kepercayaan publik, loyalitas karyawan, dan masa depan divisi-divisi lain seperti gaming.
Baca juga:
- Pascal Wehrlein Raih Kemenangan di Miami E-Prix 2025!
- Microsoft PHK 2000 Karyawan XBOX, Apa Masalahnya?
- Pengguna Resah, Facebook Minta Akses Foto Galeri dengan Teknologi AI!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















