Review Monitor LG 27UK600 – LCD Kelas Profesional Terjangkau Dengan Fitur Kelas Atas

Review monitor LG 27UK600 Indonesia by pemmzchannel

LG monitor 27UK600 – Sebelumnya kita telah melakukan review kepada salah satu SKU dari LG yang menurut kami adalah suatu produk yang perform sangat baik, baik dari sisi refresh rate, viewing angle, bahkan warna yang dihasilkan hasilnya sangat memuaskan. Tapi 32GK850G adalah monitor yang dikhususkan untuk bermain game, akan tetapi tetap memiliki warna yang sangat baik yaitu coverage hingga 96.2% sRGB ditambah dengan 144 Hz refresh rate sehingga menambah pengalaman bermain yang imersif.

Review LG 27UK600 Indonesia 007

Jika sebelumnya untuk game, kali ini kami mendapatkan satu buah monitor yang benar-benar dikhususkan untuk dunia professional, LG Monitor 27UK600 (setidaknya namanya lebih mudah diingat untuk SKU yang satu ini), monitor dari LG yang memiliki resolusi 4K atau 3840 x 2160, dukungan 10-bit bit depth, dan dukungan HDR10. Lebih lengkapnya kita simak saja spesifikasi yang diusung oleh monitor ini              :

Spesifikasi LG Monitor 27UK600

  • Tipe Panel : AH-IPS (Advanced High Performance In-Plane Switching)
  • Backlight : W-LED
  • Display Size : 27-inch
  • Maximum Resolution : 3840 x 2160 Ultra HD (UHD) / 4K / 2160p
  • Contrast Ratio (S/D) : 1000 : 1 / 5000000 : 1
  • Pixel Density : 163 ppi
  • Panel Bit Depth : 10 bits (8 bits + FRC)
  • Refresh Rate : 60 Hz
  • sRGB Color Space Coverage : 99%
  • Response Time : 5 ms
  • I/O : 2 x HDMI 2.0, 1 x DisplayPort 1.2, 1 x 3.5mm Audio Out
  • Color Gamut (CIE1931) : 94%
  • VESA mount support : Yes
  • HDR support : Yes (HDR10)

Baca juga : Ada Ngga Sih, Monitor Gaming Yang Cocok Juga Untuk Profesional?

1. Design

Oke, first impression, ketika pertama kali dikeluarkan, monitor ini terasa sekali menggunakan material low-cost, karena bahan back cover yang digunakan literally plastik berwarna putih. Untungnya, siraman warna putih memang terlihat elegan, tapi ketika dipegang maupun diketuk, bahannya terasa sekali agak murahan. Tapi ini hanya persepsi kami dan kami cukup mengetahui bahwa sebenarnya bahan ini sangat sturdy dan cukup kuat, hanya saja memang perlu di-finishing dengan tekstur yang lebih baik sehingga menambah feel premiumnya.

LG juga mengusung desain frameless pada 27UK600 ini, dengan pada bagian atas, kiri, dan kanan memiliki ketebalan frame 7.7 mm dan 17 mm pada bagian bawah layar.

Pada bagian kaki atau stand, bagian melengkung terasa sekali sangat kuat dan sangat premium, memang belum menggunakan bahan metal, tapi lebih terasa seperti polymer yang benar-benar tebal dan kuat. Lain halnya pada sambungan kaki yang melengkung ke panel monitor, LG mungkin bisa meningkatkan kualitas dari sambungan ini, karena sambungan ini sangat penting untuk menjaga agar panel tidak goyang-goyang maupun jatuh.

2. Back Cover

Kembali ke bagian belakang, kita akan menemukan VESA mount yang harus dibuka dulu dengan obeng kembang. Selain itu kita juga akan menemukan konektivitas sebagai berikut : 1 x DisplayPort 1.2, 2 x HDMI 2.0, 1 x 3.5 mm Audio Out, dan DC power in. Tidak ada USB port apapun pada bagian ini, dan menurut kami hal ini adalah hal yang cukup baik karena seingat kami, LG sangat hobi sekali memberikan USB port out pada bagian belakang monitor yang 80% orang tidak akan menggunakannya karena tingkat kesulitan untuk menggapai port ini cukup tinggi.

3. Review

Pada keluarga monitor 27-inch LG, 27UK600 adalah monitor 27-inch dari LG kasta tertinggi yang dijual di Indonesia, sebenarnya ada kakaknya yaitu 27UK650, perbedaannya hanya pada USB port, yang seperti sudah saya mention sebelumnya, posisinya berada di belakang. Apakah dengan menjadi monitor 27-inch termahal LG, monitor ini akan memberikan performa sesuai ekspektasi ?

Memang tidak terlalu banyak data yang dapat kami ambil karena minimnya data dari monitor ini. Jadi mungkin akan lebih banyak kami bahas ke user experience. Pada aspek brightness, monitor ini memang cukup superior dibandingkan dengan beberapa monitor yang ada dipasaran, tapi saya sendiri pernah melihat monitor yang memberikan brightness lebih baik.

4. Display Panel Quality

Panel IPS yang digunakan memiliki overall image quality yang lebih baik dibandingkan panel-panel lain seperti TN atau VA. Jika sebelumnya saya mention bahwa monitor yang menggunakan panel VA memiliki warna hitam yang lebih baik daripada IPS, akan tetapi… (ea…), 27UK600 ini memiliki warna 10-bit depth dan Full RGB coverage (0 ~ 255), plus 99% sRGB support yang membuatnya memiliki warna yang jauh lebih superior di aspek manapun dibandingkan dengan 32GK kemarin.

Pertama kali monitor ini dinyalakan memang perlu melakukan beberapa setting, seperti AMD FreeSync yang letaknya agak tersembunyi pada menu -> settings -> Picture -> Game Adjust -> FreeSync -> Extended, dan pada bagian driver kita harus merubah dari limited RGB ke Full RGB 4:4:4. Pada AMD Radeon Settings dapat kita lihat 10 bpc (10-bit), AMD FreeSync, dan Full RGB. Seperti yang kita lihat juga dukungan HDR yang dapat kita enable pada bagian Display dari Windows Settings. Ketika semua sudah tersetting dengan baik, ketika kami kembali ke bagian desktop, menggantinya dengan wallpaper yang memiliki resolusi 8K atau memutar video 4K HEVC maupun HDR, hasilnya benar-benar luar biasa. Warna merah, hijau dan biru tampak sangat cerah, bahkan warna hitam yang benar-benar dalam dan warna putih yang pure white memberikan pengalaman menonton video 4K maupun memandang foto ke level yang selanjutnya.

Seluruh impresi build quality yang kurang baik langsung sirna setelah melihat kualitas dari gambar yang dihasilkan. Berkat panel IPS, viewing angle hingga sudut 178/178 tidak menghilangkan warna sedikitpun. Kami juga tidak menemukan indikasi IPS bleeding. 163 ppi dan 0.155mm pixel pitch yang dimiliki oleh LG monitor 27UK600 memberikan ketajaman lebih, tajamnya mungkin seperti anda melihat layar smartphone yang memiliki resolusi 1280 x 720 pada layar 5-inch, akan tetapi disini anda mendapat ukuran layar jauh lebih besar.

5. 8-bit VS 10-bit

Mungkin sebagian besar orang merasa gambar 8-bit dan 10-bit tidak memiliki perbedaan. Well, mungkin disini kami akan menjelaskan perbedaan dari 8-bit vs 10-bit. 8-bit panel bit-depth mampu menghasilkan warna sebanyak 24-bit(224) atau 16777216 warna, sedangkan 10-bit panel bit-depth mampu menghasilkan warna sebanyak 30-bit(230) atau 1073741824 warna. Mata manusia memang rata-rata hanya mampu melihat warna 24-bit, akan tetapi untuk segelintir manusia yang matanya lebih superior dan sudah sangat terbiasa melakukan photo editing maupun video editing akan terasa sangat berbeda jika menggunakan panel 24-bit vs 30-bit. Panel 10-bit depth juga berguna ketika melakukan image strecthing agar warna tetap terjaga dengan baik atau pewarnaan lebih halus dibandingkan dengan 8-bit. Akan tetapi monitor 10-bit akan lebih terpakai pada dunia fotografi, tapi lagi nih, kamera yang digunakan juga harus mendukung warna 30-bit, jika kamera anda masih menangkap gambar di warna 24-bit, mungkin tidak akan terasa bedanya.

6. Kesimpulan

Memang LG Monitor 27UK600 memiliki build quality yang inferior dibanding monitor-monitor high-end dipasaran seperti DELL UltraSharp maupun ASUS MX series. Tapi seperti yang kita ketahui, DELL UltraSharp dibanderol sekitar 6 hingga 8 juta rupiah, tidak seperti LG 27UK600, yang dapat anda bawa pulang hanya dengan harga hanya 5 jutaan, Yes, anda tidak salah dengan, 5 jutaan rupiah anda dapat memboyong monitor 4K 27-inch pulang kerumah.

Panel 10-bit ditambah dengan 99% sRGB membuat kalian para graphics designer akan jingkrak-jingkrak dengan indahnya warna yang dihasilkan. Ditambah dukungan FreeSync yang menurut kami sebenarnya tidak terlalu diperlukan, tapi hey, siapa yang tidak suka dengan fitur gratis.

7. Rekomendasi Setup

Menurut kami konfigurasi terbaik untuk LG monitor 27UK600, wajib gunakan kabel DisplayPort 1.2 dan jangan pernah mencoba menyentuh kabel HDMI, meski sudah HDMI 2.0. Karena anda hanya akan mendapat warna 8-bit YPbPr. Dengan kata lain, warnanya sangat inferior dibandingkan dengan DisplayPort 1.2 yang mendapat full wide 10 bpc RGB. Kedua, gunakan lah Picture Mode : Photo dan jika terlalu terang (karena otomatis brightness ke 100%) turunkan brightness ke 50%, jika masih terlalu terang, bottom pointnya adalah 30%, jika anda masih ingin menikmati sRGB 99%. Pada sisi HDR, entah kenapa ketika kami memutar video 4K HDR 60 fps dari Youtube, videonya sangat lagging dan stuttering, mungkin engine dari Google Chrome yang kami gunakan tidak mampu memutar 4K HDR. Jika memutar video 1080p HDR, videonya akan berjalan dengan sangat baik di 60 fps dengan warna yang sangat memukau.

Terakhir memang agak sulit, sebisa mungkin gunakan kartu grafis AMD Radeon, at least RX 570 4GB GDDR5 agar mampu menjalankan aplikasi-aplikasi secara lancar, karena tanpa bermain game, saya hanya membuka beberapa tab browser, Microsoft Word, dan Windows Explorer, hanya itu dan VRAM sudah termakan 1.5GB dari 4GB GDDR5. Kenapa AMD ? Mungkin ke personal preference sih, kartu grafis AMD memiliki performa lebih baik dibandingkan dengan NVIDIA karena kartu grafis AMD lebih superior untuk OpenGL dan OpenCL API yang digunakan di dalam Adobe Photoshop maupun Adobe Premiere Pro. Selain itu juga beberapa orang mengatakan bahwa kartu grafis AMD mampu memberikan warna yang lebih baik dibandingkan dengan NVIDIA, meskipun terlihat sama aja di mata kami.

8. Related