JAKARTA, 1 SEPTEMBER 2026 – Laptop zaman sekarang sudah bukan lagi perangkat yang cuma dipakai untuk mengetik dokumen atau mengerjakan tugas. Dalam satu hari, sebuah laptop bisa berubah fungsi menjadi perangkat meeting, studio editing, mesin belajar, hingga teman nonton film di malam hari. Melihat kebiasaan tersebut, HP Indonesia memperkenalkan jajaran HP OmniBook AI PC yang dirancang untuk menghadapi kebutuhan komputasi yang semakin beragam.
Menariknya, lini terbaru ini tidak hanya mengandalkan performa hardware, tetapi juga membawa kemampuan AI yang mulai menjadi bagian penting dalam aktivitas komputasi sehari-hari.
Dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra Series 3, HP ingin menawarkan perangkat yang mampu mengikuti ritme pengguna yang sering berpindah aktivitas. Mulai dari mengerjakan pekerjaan kantor, mengikuti kelas online, membuat konten, sampai menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Laptop Sekarang Dituntut Bisa Mengerjakan Banyak Hal
Ada alasan kenapa konsep PC serbaguna semakin menarik. Pengguna laptop saat ini cenderung memiliki lebih dari satu kebutuhan. Seorang pekerja kantoran, misalnya, bisa menggunakan perangkat yang sama untuk rapat pagi hari, mengurus pekerjaan utama siang hari, lalu mengedit video atau mengembangkan bisnis sampingan setelah jam kerja.

Fenomena tersebut cukup terasa di Indonesia. Berdasarkan HP Work Relationship Index 2025, sebanyak 70% Gen Z dan 68% Milenial di Indonesia disebut memiliki pekerjaan sampingan atau side hustle di luar pekerjaan utama. Artinya, laptop tidak lagi sekadar alat kerja. Perangkat tersebut bisa menjadi bagian dari aktivitas produktif lainnya, termasuk membuat konten, menjalankan bisnis kecil, belajar skill baru, atau sekadar mencari hiburan.
Hal yang tidak kalah menarik adalah penggunaan AI. Riset yang sama menyebutkan bahwa 94% knowledge workers di Indonesia sudah menggunakan AI, sementara separuhnya memanfaatkan teknologi tersebut setiap hari. Kondisi inilah yang membuat konsep HP OmniBook AI PC terasa cukup relevan. HP tidak hanya mengejar angka performa, tetapi mencoba membuat laptop yang mampu menemani berbagai pola aktivitas pengguna.
Intel Core Ultra Series 3 Jadi Andalan di Balik Performanya
Salah satu daya tarik utama jajaran HP OmniBook terbaru adalah penggunaan Intel Core Ultra Series 3 pada konfigurasi tertentu. Prosesor ini dirancang untuk menggabungkan kemampuan CPU, grafis, serta akselerasi AI dalam satu platform.

Buat pengguna biasa, kehadiran AI mungkin terdengar seperti fitur yang terlalu teknis. Namun dalam praktiknya, teknologi tersebut semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai aktivitas, terutama ketika laptop harus menangani banyak pekerjaan secara bersamaan.
Misalnya, pengguna dapat berpindah dari aplikasi produktivitas ke software kreatif tanpa harus menjadikan laptop sebagai perangkat yang hanya fokus pada satu pekerjaan. Kemampuan grafis dan pemrosesan juga menjadi faktor penting bagi pengguna yang menjalankan aplikasi seperti Adobe Premiere Pro, Photoshop, DaVinci Resolve, hingga Blender.
Di sisi lain, HP juga menempatkan aspek efisiensi daya sebagai bagian dari pengalaman menggunakan PC berbasis AI. Ini menjadi penting karena laptop modern dituntut tetap bertenaga tetapi tidak mengorbankan mobilitas. Jadi, daya tarik OmniBook bukan cuma soal seberapa cepat perangkat menjalankan aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana laptop tersebut bisa tetap nyaman digunakan ketika aktivitas pengguna berubah-ubah sepanjang hari.
Pilihan HP OmniBook Dibuat untuk Kebutuhan yang Berbeda
HP tampaknya tidak ingin menyatukan semua pengguna dalam satu kategori. Karena itu, keluarga HP OmniBook hadir dalam beberapa tingkatan yang menyasar kebutuhan berbeda. Untuk pengguna yang membutuhkan perangkat premium, ada HP OmniBook Ultra dengan harga mulai Rp30.999.000. Seri ini menjadi salah satu pilihan tertinggi dalam keluarga OmniBook dan merupakan evolusi dari lini HP Spectre 2-in-1 PC.

Sementara itu, HP OmniBook X dibanderol mulai Rp18.500.000. Seri ini lebih ditujukan bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara performa dan fleksibilitas. Lini tersebut menjadi penerus dari keluarga HP Envy.
Ada juga HP OmniBook 7 yang menawarkan kombinasi performa dan mobilitas. Harganya mulai Rp21.499.000 dan cocok dipertimbangkan oleh profesional, pemilik usaha kecil, maupun power user yang cukup sering bekerja dari berbagai lokasi.
Untuk kebutuhan yang lebih umum, HP menghadirkan HP OmniBook 5 dengan harga mulai Rp19.999.000. Laptop ini menyasar aktivitas produktivitas, pembelajaran, kreativitas, sampai hiburan. Sedangkan bagi pengguna yang menginginkan opsi lebih terjangkau, HP OmniBook 3 hadir dengan harga mulai Rp10.899.000. Seri ini difokuskan untuk kebutuhan harian seperti belajar, produktivitas dasar, browsing, dan menikmati hiburan.
Menariknya, HP juga menawarkan HP OmniBook X Flip 14 dengan konsep convertible 4-in-1. Perangkat ini dapat digunakan dalam mode laptop, tablet, tent, maupun stand. Buat pengguna yang sering presentasi atau berpindah cara penggunaan perangkat, model seperti ini jelas memberikan fleksibilitas tambahan.
Fitur AI HP OmniBook Bukan Sekadar Pajangan
Salah satu hal yang membuat laptop AI mulai menarik adalah fitur pintarnya. HP membekali beberapa konfigurasi OmniBook dengan fitur yang mencoba membuat interaksi pengguna terasa lebih natural. Contohnya adalah Look to Move pada konfigurasi tertentu HP OmniBook X Flip 14. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menggerakkan kursor atau memindahkan jendela aplikasi menggunakan gerakan kepala.
Kemudian ada Screen Shift yang membantu mengatur aplikasi ketika pengguna memakai beberapa layar. Ada pula Task Group untuk membuka kumpulan aplikasi yang sering digunakan secara lebih praktis. HP juga menyertakan fitur yang berhubungan dengan kenyamanan dan privasi. Presence Sensing dan Onlooker Detection dapat membantu menjaga privasi tampilan layar ketika kondisi tertentu terdeteksi. Sementara Posture Detection dirancang untuk mengingatkan pengguna agar memperhatikan posisi tubuh ketika terlalu lama berada di depan laptop.
Fitur-fitur seperti ini memang bukan alasan utama seseorang membeli laptop. Namun ketika digunakan setiap hari, fitur kecil yang mengurangi beberapa langkah pekerjaan justru bisa memberikan pengalaman yang terasa lebih nyaman.
Selain itu, pembeli HP OmniBook tertentu juga mendapatkan sejumlah penawaran tambahan. Ada HP Creator Toolkit dengan nilai hingga Rp9 juta, yang mencakup berbagai aplikasi dan layanan untuk produktivitas serta kebutuhan kreator. Beberapa perangkat yang menggunakan Intel Core Ultra Series 3 juga mendapatkan Intel Software Bundle dengan akses aplikasi kreatif tertentu.
Pada akhirnya, kehadiran HP OmniBook AI PC di Indonesia menunjukkan bagaimana laptop mulai bergerak ke arah perangkat yang lebih adaptif. Pengguna tidak lagi harus memilih laptop berdasarkan satu aktivitas saja karena kebutuhan sehari-hari semakin bercampur antara pekerjaan, belajar, kreativitas, dan hiburan.
Dengan pilihan mulai dari OmniBook 3 hingga OmniBook Ultra, HP mencoba menjangkau pengguna dengan kebutuhan dan anggaran yang berbeda. Tinggal menyesuaikan prioritas: apakah lebih membutuhkan mobilitas, performa, fleksibilitas desain, fitur AI, atau sekadar laptop serbaguna untuk aktivitas sehari-hari.
Buat kamu yang merasa laptop adalah perangkat utama untuk hampir semua aktivitas digital, keluarga OmniBook layak masuk daftar pertimbangan. Terutama karena tren AI di PC kemungkinan besar akan semakin berkembang dan bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari cara kita menggunakan komputer.
Baca juga:
- Review Axioo Hype AI 5: Laptop AI Termurah 2026 dengan Baterai 12 Jam!
- HP OmniBook Flip Ultra 14 Hadir di RI, Laptop Yang Bisa Berubah Jadi Tablet!
- Laptop AI HP OmniBook 5 Hadir di Computex 2025, Baterainya Bisa Tahan 34 Jam!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















