Samsung kembali membawa penyegaran di lini ponsel lipat premiumnya lewat Galaxy Z Fold8. Sekilas, desainnya memang masih terasa familiar jika dibandingkan Galaxy Z Fold7. Namun, jangan buru-buru menganggapnya cuma ganti nama dan chipset.
Di balik tampilan yang mirip, Samsung membawa sejumlah perubahan yang cukup menarik, mulai dari bodi yang lebih ringan, baterai lebih besar, pengisian daya lebih cepat, hingga kemampuan Galaxy AI yang semakin pintar. Lantas, apakah peningkatan tersebut cukup kuat untuk membuat pengguna Galaxy Z Fold7 melakukan upgrade? Atau justru Fold7 masih lebih menarik untuk dipertahankan?
Desain Familiar, Tapi Galaxy Z Fold8 Lebih Nyaman Dipakai
Samsung Galaxy Z Fold8 memang tidak datang dengan perubahan desain yang langsung membuat orang berkata, “Wah, beda banget.” Secara garis besar, bentuknya masih mengikuti pendekatan wide yang sudah diperkenalkan pada Galaxy Z Fold7. Justru di sinilah menariknya, karena Samsung tampaknya lebih memilih memoles pengalaman yang sudah bagus daripada melakukan perubahan ekstrem.

Perbedaan yang cukup terasa ada pada bobot. Galaxy Z Fold8 memiliki bobot sekitar 201 gram, lebih ringan dibanding Galaxy Z Fold7 yang mencapai 215 gram. Selisih 14 gram mungkin terlihat kecil di atas kertas, tetapi bisa terasa ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.
Layar utama Fold8 juga membawa pengalaman berbeda dengan rasio 4:3. Format ini menarik untuk pengguna yang sering membuka dokumen, browsing, membaca, atau multitasking karena bidang layar terasa lebih lega. Jadi, peningkatannya bukan cuma soal angka spesifikasi, tetapi bagaimana perangkat tersebut terasa ketika dipakai sebagai perangkat kerja sekaligus hiburan.
Performa, Baterai, dan Galaxy AI Jadi Alasan Utama Upgrade
Kalau ada bagian yang paling layak diperhatikan dari Galaxy Z Fold8, sektor performa menjadi salah satunya. Samsung membekali perangkat ini dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, generasi yang lebih baru dibanding Snapdragon 8 Elite for Galaxy pada Fold7.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kecepatan membuka aplikasi. Chipset tersebut juga mendukung kebutuhan pemrosesan AI yang semakin menjadi bagian penting dari pengalaman Galaxy Z Fold8. Fitur seperti Now Brief, Now Nudge, Gemini Notebook, Split View AI hingga AI Activity Dashboard membuat Fold8 terasa lebih diarahkan sebagai perangkat pintar untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Peningkatan lain yang menurut saya lebih gampang dirasakan justru ada di baterai. Kapasitasnya naik dari 4.400 mAh menjadi 4.800 mAh. Samsung juga meningkatkan fast charging dari 25W ke 45W.
Bagi pengguna yang menjadikan Fold sebagai perangkat utama untuk bekerja, peningkatan ini cukup masuk akal. Layar besar dan fitur AI memang menyenangkan, tetapi akan terasa kurang berguna jika pengguna harus sering mencari charger.
Kamera Jadi Bagian yang Tidak Sesederhana Angka Megapiksel
Menariknya, Galaxy Z Fold8 tidak otomatis unggul di semua aspek kamera. Galaxy Z Fold7 masih membawa kamera utama 200 MP, sehingga pengguna yang lebih mementingkan kamera utama bisa saja tetap merasa Fold7 lebih menarik.

Sebaliknya, Fold8 melakukan pendekatan berbeda dengan membawa kamera ultra-wide 50 MP. Peningkatan dari 12 MP pada Fold7 membuat perangkat ini lebih menjanjikan untuk mengambil foto dengan sudut pandang luas maupun kebutuhan makro.
Samsung juga memperkenalkan My FanCam pada Fold8. Fitur berbasis AI ini dapat membantu menjaga subjek pilihan tetap berada di tengah frame ketika merekam video. Bahkan, hasil rekaman dapat dibuat menjadi format vertikal yang lebih siap dibagikan ke media sosial.
Jadi, apakah Galaxy Z Fold8 wajib dibeli oleh pengguna Fold7? Menurut saya, belum tentu. Upgrade terasa lebih masuk akal bagi pengguna yang menginginkan bodi lebih ringan, baterai 4.800 mAh, charging 45W, pengalaman Galaxy AI terbaru, kamera ultra-wide yang lebih serius, serta format layar 4:3.
Namun, jika Galaxy Z Fold7 masih mampu memenuhi kebutuhan dan kamera utama 200 MP menjadi prioritas, bertahan dengan Fold7 juga bukan keputusan yang buruk. Galaxy Z Fold8 lebih tepat disebut sebagai penyempurnaan besar pada pengalaman Fold, bukan perubahan generasi yang benar-benar mengubah semuanya.
Baca juga:
- Beda Rp 4 Juta, Pilih Galaxy Z Fold8 atau Z Fold8 Ultra? Jangan Asal Beli!
- Samsung Galaxy Tab S10 FE, FE+ atau S10 Lite? Simak Bedanya Sebelum Beli!
- Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 Meluncur, Cek Harga Resminya!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















