Kabar kurang menyenangkan datang bagi Anda yang berencana melakukan upgrade perangkat dalam waktu dekat. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dilaporkan kembali menaikkan harga RAM Samsung hingga 30 persen untuk kontrak kuartal kedua tahun 2026. Meskipun permintaan pasar ritel untuk memori DDR5 sempat terlihat melesu, Samsung tetap memperketat kesepakatan harga dengan para pembeli skala besar. Fenomena ini diprediksi akan memicu kenaikan harga pada berbagai perangkat elektronik mulai dari laptop, ponsel pintar, hingga konsol permainan.
Mengapa Harga Memori Tetap Naik di Tengah Permintaan Lesu?
Banyak pihak bertanya-tanya mengapa Samsung justru menaikkan harga saat beberapa toko ritel mulai menurunkan harga jual DDR5. Berdasarkan laporan dari ETNews, kenaikan ini dipicu oleh pergeseran fokus produksi.
AI Demand Remains Red Hot! Samsung’s DRAM Prices Doubled in Q1, Another 30% Hike in Q2
Strong AI server demand continues to strain memory supply. Samsung has finalized Q2 DRAM contract prices with customers, raising them by another ~30% (after nearly doubling in Q1).
The memory… pic.twitter.com/4ApUeMuame
— David Bailey (@LuckyTyagi92105) April 5, 2026
Pusat data kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang pesat membutuhkan pasokan High Bandwidth Memory (HBM) dalam jumlah masif. Hal ini memaksa pabrik-pabrik memori untuk mengalihkan kapasitas produksi mereka dari DRAM konsumen biasa ke HBM. Akibatnya, stok memori standar untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas, yang secara otomatis mengerek harga kontrak di tingkat produsen.
Dampak Langsung pada Laptop, HP, dan Konsol Game
Kenaikan harga kontrak sebesar 30% ini tentu bukan angka yang kecil. Para analis industri memperingatkan bahwa konsumen akan segera merasakan dampaknya:
Laptop dan PC: Harga modul DDR5 kemungkinan besar akan sulit turun lebih jauh, dan harga laptop baru di sisa tahun 2026 bisa merangkak naik.
Smartphone: Produsen HP mungkin akan mengurangi penawaran promo atau menaikkan harga jual untuk menutupi biaya komponen memori yang membengkak.
Konsol Game: Perangkat seperti PlayStation atau Xbox yang sangat bergantung pada memori berkecepatan tinggi juga terancam mengalami penyesuaian harga produksi.
Ironi Pasar: Harga Ritel Turun, Kontrak Justru Melambung
Menariknya, laporan dari TrendForce menunjukkan adanya anomali pasar. Di wilayah Amerika Serikat dan Eropa, beberapa modul memori seperti seri Corsair Vengeance justru menunjukkan penurunan harga. Bahkan di pasar Tiongkok, harga jatuh hingga 30% di bawah level awal tahun 2026 akibat kepanikan para tengkulak yang mencoba menghabiskan stok.
#DDR5 price drop: demand weakness or short-term correction? https://t.co/LR3q8Sahxj
— TrendForce (@trendforce) March 31, 2026
Namun, para pakar meyakini penurunan harga ritel ini hanyalah fluktuasi jangka pendek. Dengan kontrak baru yang ditandatangani Samsung, SK Hynix, dan Micron yang semuanya mengarah pada kenaikan harga, tren murah di tingkat toko diprediksi tidak akan bertahan lama.
Kesimpulan: Segera Upgrade Sebelum Harga Baru Berlaku?
Melihat tren di mana raksasa memori seperti Samsung tetap percaya diri menaikkan harga, masa depan harga komponen PC tampak cukup menantang. Jika Anda saat ini menemukan stok RAM dengan harga lama di toko favorit, mungkin sekarang adalah waktu terbaik untuk membelinya sebelum efek kenaikan kontrak 30% ini merembat sepenuhnya ke pasar konsumen.
Sumber: ethnews
Baca juga:
- Gawat! Harga SSD Naik Drastis, Samsung & SK Hynix Pangkas Produksi
- Laptop AI 2026: Harga RAM Melejit & NPU Jadi Nyawa Baru, Masih Mau Upgrade?
- Krisis Chip Memori: AI Pesta Stok, Harga HP & Laptop Kena Getahnya!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.





















