Perkembangan Aplikasi AI memang terasa luar biasa cepat. Kini, siapa pun bisa membuat gambar, video, bahkan konten visual hanya dari teks. Namun di balik kemudahannya, muncul ancaman serius terkait keamanan data pengguna.
Investigasi dari Cybernews menemukan adanya aplikasi Android bernama Video AI Art Generator & Maker yang diduga membocorkan data dalam jumlah besar. Aplikasi ini dilaporkan mengekspos sekitar 1,5 juta gambar milik pengguna, ratusan ribu video, serta berbagai file media hasil AI.
Masalah ini terjadi akibat kesalahan konfigurasi penyimpanan di layanan cloud. Peneliti keamanan menemukan bucket penyimpanan di Google Cloud Storage dapat diakses publik tanpa proteksi yang semestinya. Dampaknya tidak main-main: lebih dari 12 TB data pengguna dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Padahal, aplikasi tersebut sudah diunduh ratusan ribu kali. Ini menunjukkan bahwa popularitas aplikasi AI sering kali tidak sejalan dengan keamanan yang memadai. Banyak pengguna menganggap aplikasi di toko resmi pasti aman, padahal faktanya tidak selalu demikian.
Bukan Satu Kasus: Data Identitas Pengguna Juga Terbongkar
Selain aplikasi pembuat konten AI, investigasi juga menemukan aplikasi lain bernama IDMerit yang diduga mengekspos data identitas pengguna dari berbagai negara, terutama di Amerika Serikat. Data yang bocor termasuk informasi sangat sensitif seperti nama lengkap, alamat, tanggal lahir, nomor identitas, hingga kontak pengguna. Secara keseluruhan, sekitar 1 TB data pengguna ditemukan terbuka dan bisa diakses tanpa pengamanan yang cukup.

Kasus ini dilaporkan oleh media teknologi Mashable, yang menyebut kebocoran tersebut sebagai pengingat keras bahwa aplikasi AI tidak hanya berisiko secara teknis, tetapi juga secara privasi.
Menariknya, kedua aplikasi tersebut didistribusikan melalui Google Play Store oleh developer bernama Codeway. Setelah dihubungi oleh peneliti keamanan, pengembang akhirnya memperbaiki celah yang ditemukan. Meski begitu, kerusakan privasi yang sempat terjadi menunjukkan bahwa pengawasan keamanan aplikasi masih memiliki celah besar.
Kenapa Banyak Aplikasi AI Rentan Bocor & Cara Aman Menggunakannya
Pakar keamanan siber menilai kebocoran ini bukan kejadian terpisah. Salah satu penyebab umum adalah praktik hardcoding secrets, yaitu menyimpan data sensitif seperti kunci API, password, atau token enkripsi langsung di dalam kode aplikasi.

Praktik ini membuat peretas jauh lebih mudah menemukan akses penting hanya dengan membongkar struktur aplikasi. Analisis dari peneliti bahkan menunjukkan bahwa sebagian besar aplikasi AI di Android memiliki pola keamanan serupa. Artinya, risiko kebocoran data bukan pengecualian, tetapi sudah menjadi tren yang perlu diwaspadai. Agar tetap aman saat menggunakan aplikasi AI, pengguna bisa menerapkan beberapa langkah sederhana:
- Unduh aplikasi hanya dari pengembang yang jelas reputasinya
- Periksa ulasan dan jumlah pengguna aktif sebelum instal
- Hindari mengunggah foto pribadi atau dokumen sensitif
- Batasi izin aplikasi, terutama akses penyimpanan dan kamera
- Hapus aplikasi yang jarang dipakai namun meminta banyak akses
Kesimpulannya, teknologi AI memang memberi banyak kemudahan, tetapi keamanan tetap harus jadi prioritas utama. Jangan sampai keinginan membuat konten cepat justru berujung pada kebocoran data pribadi. Pengguna yang lebih kritis dan selektif adalah kunci utama agar tetap aman di tengah ledakan aplikasi AI saat ini.
Baca juga:
- Watch GT Runner 2 Segera Hadir? Teaser Awal Huawei Mulai Beredar di Publik!
- Motorola Razr 60 Dijual 25 Februari di Indonesia, Harga Mulai 11 Jutaan!
- Cara Cek Pemakaian Data Internet di Samsung Secara Mudah Terbaru 2026!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















