Kabar mengejutkan datang dari platform distribusi game milik Valve, di mana stok konsol genggam Steam Deck dilaporkan habis di toko resmi Steam. Semua varian yang tersedia, mulai dari model LCD 256GB hingga OLED 512GB dan 1TB, kini tidak bisa dibeli.
Sekilas, kondisi ini terlihat seperti lonjakan permintaan biasa. Namun jika ditelusuri lebih dalam, penyebabnya diduga bukan sekadar karena popularitas perangkat. Faktor yang lebih besar justru datang dari industri komponen global, terutama krisis RAM yang sedang melanda banyak produsen teknologi.
Valve sebelumnya memang telah mengumumkan penghentian produksi model LCD sejak akhir 2025 dan hanya menjual sisa stok hingga Desember. Akan tetapi, habisnya varian OLED secara bersamaan dinilai cukup janggal. Banyak pengamat menilai hal ini mengindikasikan adanya tekanan produksi, bukan sekadar strategi bisnis atau pergantian generasi perangkat.
Krisis RAM Global Jadi Pemicu Utama Gangguan Produksi Steam Deck
Masalah utama yang memicu kelangkaan ini berkaitan erat dengan jenis memori yang digunakan Steam Deck. Konsol ini memakai RAM LPDDR5 yang tertanam langsung di motherboard, sekaligus dibagi untuk CPU dan GPU.

Konfigurasi tersebut memang efisien untuk perangkat portabel, tetapi memiliki kelemahan besar: tidak fleksibel. Berbeda dengan PC desktop yang bisa mengganti RAM dengan alternatif lain, Steam Deck tidak memiliki opsi penggantian komponen jika pasokan chip memori terganggu. Artinya, ketika suplai tersendat, produksi otomatis ikut melambat.
Krisis RAM sendiri dipicu oleh meningkatnya kebutuhan memori untuk industri kecerdasan buatan dan pusat data. Produsen chip memori global kini lebih fokus memproduksi RAM kelas enterprise seperti HBM dan DDR5 server, karena memberikan margin keuntungan lebih tinggi. Dampaknya, pasokan untuk perangkat konsumen seperti laptop, PC, dan konsol genggam menjadi lebih terbatas dan mahal.
Fenomena ini bukan hanya dirasakan Valve. Banyak produsen komputer lain juga terpaksa menyesuaikan harga produk akibat kenaikan biaya komponen memori.
Strategi Valve dan Dampaknya bagi Gamer di Masa Depan
Hingga saat ini, Valve belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait habisnya stok Steam Deck. Namun laporan media teknologi seperti Engadget yang dirangkum dari berbagai sumber termasuk KompasTekno menyebutkan bahwa perusahaan memang sedang berhati-hati dalam merilis perangkat baru.

Valve sebelumnya juga memperkenalkan beberapa produk lain seperti Steam Machine dan Steam Controller tanpa menjelaskan harga maupun jadwal distribusi secara rinci. Hal ini memperlihatkan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan strategi hardware mereka, terutama karena ketidakpastian tarif global dan akses komponen memori.
Bagi gamer, kondisi ini bisa berdampak pada dua hal. Pertama, harga Steam Deck berpotensi naik jika produksi kembali normal tetapi biaya komponen masih tinggi. Kedua, waktu tunggu pembelian mungkin menjadi lebih panjang, terutama jika permintaan tetap kuat sementara suplai memori belum stabil.
Meski begitu, popularitas Steam Deck menunjukkan bahwa pasar konsol genggam berbasis PC masih sangat besar. Jika krisis komponen mereda, bukan tidak mungkin Valve akan menghadirkan versi baru dengan efisiensi produksi yang lebih baik.
Baca juga:
- Schenker Element 16 Resmi Debut, Laptop Modular yang Ramah Upgrade!
- Gangguan App Store Hari Ini, Pengguna Apple Ramai Keluhkan Akses Terbatas!
- 5 Aplikasi Ibadah Ramadhan 2026 dari Imsakiyah hingga Al-Qur’an Digital!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.


















