Pasar ponsel lipat di China sedang memasuki fase yang lebih matang. Jika generasi awal berlomba menampilkan engsel kuat dan layar inovatif, kini fokus mulai bergeser ke kualitas pengalaman penggunaan, terutama kamera. Di tengah persaingan ketat dengan Honor dan Oppo, rumor tentang Vivo X Fold 6 muncul sebagai sinyal perubahan arah industri. Bukan hanya soal layar lipat premium, Vivo dikabarkan ingin menjadikan sektor kamera sebagai senjata utama.
Langkah ini menarik karena selama ini ponsel lipat kerap dianggap “kompromi” dalam fotografi. Bodinya besar, desain kompleks, dan ruang internal terbatas sering membuat kualitas kamera tertinggal dari flagship konvensional. Vivo tampaknya ingin mematahkan stigma tersebut melalui pendekatan yang lebih agresif dan berani.
Vivo X Fold 6 Kabarnya Pakai Sensor 200MP untuk Fotografi Kelas Atas
Rumor paling menyita perhatian tentu hadirnya kamera 200 megapiksel yang dipadukan dengan sensor multispektral. Kombinasi ini bukan sekadar gimmick angka besar, melainkan pendekatan teknis untuk menghasilkan foto yang lebih akurat secara warna dan detail. Sensor multispektral bekerja dengan membaca spektrum cahaya lebih luas, sehingga reproduksi warna kulit, langit, dan objek kompleks menjadi lebih presisi.

Jika dibandingkan dengan Vivo X Fold 5, peningkatan ini terasa signifikan. Generasi sebelumnya sudah solid dengan tiga kamera 50MP, namun masih bermain aman. X Fold 6, jika bocoran ini benar, menunjukkan perubahan filosofi: dari “kamera bagus untuk ponsel lipat” menjadi “kamera flagship tanpa kompromi meski bodinya lipat”. Yang menarik, belum jelas apakah sensor 200MP ini akan menjadi kamera utama atau justru dipasang pada lensa periskop telefoto. Jika opsi kedua yang dipilih, Vivo berpotensi menawarkan kemampuan zoom ekstrem dengan detail tinggi, sebuah fitur yang sangat jarang ditemui di ponsel lipat saat ini.
Performa Snapdragon 8 Elite dan Arah Baru Vivo di Segmen Premium
Tak hanya kamera, Vivo X Fold 6 juga dirumorkan menggunakan Snapdragon 8 Elite, chipset generasi terbaru yang diposisikan di atas Snapdragon 8 Gen 3. Ini memperkuat sinyal bahwa Vivo ingin menjadikan X Fold 6 sebagai perangkat all-rounder: kencang untuk produktivitas, mumpuni untuk gaming, dan unggul dalam fotografi.

Jika mengikuti pola rilis sebelumnya, Vivo X Fold 6 kemungkinan meluncur sekitar pertengahan 2026. Momentum ini cukup strategis karena pasar ponsel lipat sudah lebih siap menerima inovasi nyata, bukan sekadar desain futuristik. Konsumen mulai kritis dan menuntut fitur yang benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Apabila Vivo sukses merealisasikan kamera 200MP dengan kualitas nyata, bukan hanya di atas kertas, maka standar baru ponsel lipat akan tercipta. Kompetitor mau tidak mau harus mengejar, atau berisiko tertinggal. Vivo X Fold 6 berpotensi menjadi titik balik: saat ponsel lipat tidak lagi identik dengan kompromi kamera, melainkan simbol teknologi fotografi mobile masa depan.
Kesimpulannya, Vivo X Fold 6 bukan sekadar penerus generasi sebelumnya. Ia membawa pesan kuat bahwa ponsel lipat juga layak disebut flagship sejati, termasuk untuk urusan kamera. Jika ambisi ini terwujud, pasar ponsel lipat akan memasuki babak baru yang jauh lebih menarik.
Baca juga:
- Vivo Y31d Resmi Meluncur, Baterai 7.200 mAh dan Tahan Air IP69+ Jadi Andalan!
- Tanggal Peluncuran Vivo V70 dan V70 Elite Bocor, Catat Tanggalnya!
- Oppo Reno 15 vs Vivo X300: Adu Baterai, Performa, dan Kamera, Siapa Lebih Unggul?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.


















