Dunia teknologi kembali diguncang oleh terobosan terbaru dari Google. Raksasa pencarian ini secara resmi mengintegrasikan model bahasa besar (LLM) terbaru mereka, Gemini 3 di Google Chrome. Langkah ini digadang-gadang akan mengubah total cara kita berselancar di internet berkat fitur revolusioner bernama “Auto Browse”.
Kehadiran Gemini 3 di Google Chrome bukan sekadar pembaruan biasa. Google menanamkan kecerdasan buatan ini langsung ke dalam sistem browser, menghilangkan kebutuhan akan ekstensi tambahan yang ribet.
Gemini 3 Bawa Fitur Auto Browse, Bagaimana Cara Kerjanya?
Fitur unggulan dalam pembaruan ini adalah Auto Browse. Bayangkan Anda membuka sebuah artikel panjang atau jurnal ilmiah yang rumit. Dengan fitur ini, Chrome akan secara otomatis menganalisis dan memberikan ringkasan (summary) dari konten website tersebut saat halaman sedang dimuat.

Sistem ini bekerja dengan sangat cerdas:
Analisis Konteks: Gemini 3 membaca konteks dari tab yang sedang terbuka.
Interaksi Langsung: Pengguna bisa bertanya spesifik mengenai isi halaman langsung di antarmuka browser.
Integrasi Project Disco: Teknologi ini juga mengadopsi eksperimen “Project Disco”, di mana tab yang terbuka dapat dikonversi menjadi aplikasi web yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Kemampuan dan Keunggulan Gemini 3
Google tidak main-main dalam mengoptimalkan Gemini 3 di Google Chrome. Model AI ini dirancang untuk memiliki latency (jeda) yang sangat rendah namun dengan analisis konteks yang presisi.
Berikut adalah kemampuan utama yang ditawarkan:
Rangkuman Instan: Mengidentifikasi informasi kunci segera setelah URL diakses.
Ekstraksi Data: Sidebar Chrome dapat digunakan untuk menarik data tabel atau membuat perbandingan antar tab yang berbeda.
Adaptasi Cerdas: Sistem menyesuaikan detail jawaban berdasarkan konteks, misalnya memberikan instruksi langkah demi langkah atau spesifikasi teknis sesuai kebutuhan.
Ketersediaan dan Cara Mengakses
Untuk saat ini, peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap. Versi pratinjau (preview) tersedia eksklusif bagi pelanggan Google AI Pro dan Google AI Ultra di Amerika Serikat. Perangkat yang mendukung mencakup Windows, macOS, dan Chromebook Plus.
Bagi pengguna yang memenuhi syarat di wilayah yang didukung, fitur ini dapat diaktifkan melalui:
Menu pengaturan di bagian fitur eksperimental (experimental features).
Atau melalui ikon Gemini yang muncul langsung di address bar.
Kapan Masuk ke Indonesia & Eropa? Belum ada tanggal rilis resmi untuk pasar Eropa maupun Asia (termasuk Indonesia). Penundaan di Eropa diperkirakan terjadi karena penyesuaian regulasi ketat terkait Digital Markets Act (DMA) dan AI Act. Namun, biasanya fitur global seperti ini akan menyusul ke wilayah lain dalam beberapa bulan setelah rilis perdana di AS.
Kehadiran Gemini 3 di Google Chrome membuktikan bahwa masa depan browsing adalah tentang kecepatan dan efisiensi berbasis AI. Kita tidak lagi hanya “membaca” internet, tetapi “berinteraksi” dengannya.
Baca juga:
- Apple Ingatkan Pengguna iPhone dan Mac, “Jangan Pakai Chrome!” Kenapa?
- Apa itu Chromebook? Laptop yang Libatkan Nadiem Makarim ke Dugaan Korupsi Triliunan!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















