Kemunculan Vivo X300 Ultra di database Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi sinyal kuat bahwa Vivo sedang menyiapkan langkah besar di pasar Indonesia. Ponsel dengan nomor model V2562 tersebut tercatat telah memenuhi ambang batas TKDN sebesar 39,93 persen, angka yang sudah melampaui syarat minimum pemerintah untuk perangkat 4G maupun 5G.
Bagi konsumen awam, sertifikasi TKDN mungkin terdengar teknis. Namun di balik itu, lolosnya TKDN menunjukkan keseriusan sebuah brand untuk bermain resmi di Indonesia, bukan sekadar uji pasar. Artinya, Vivo tidak hanya ingin menghadirkan produk flagship, tetapi juga membangun ekosistem jangka panjang melalui produksi atau perakitan lokal.
Meski begitu, proses belum sepenuhnya rampung. Vivo X300 Ultra masih perlu mengantongi sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Biasanya, jika dua izin ini sudah dikantongi, peluncuran resmi tinggal menunggu waktu. Melihat pola sebelumnya, jarak antara sertifikasi dan peluncuran umumnya hanya berselang beberapa bulan.
Langkah Global Vivo: Varian Ultra Tak Lagi Eksklusif China
Yang membuat Vivo X300 Ultra menarik bukan hanya spesifikasinya, tetapi juga strategi di balik kehadirannya. Selama ini, seri Ultra Vivo dikenal eksklusif untuk pasar China. Model seperti X100 Ultra dan X200 Ultra tidak pernah dirilis secara global, termasuk Indonesia.

Namun kali ini berbeda. Vivo X300 Ultra disebut sebagai model Ultra pertama yang benar-benar disiapkan untuk pasar internasional. Perangkat ini sebelumnya terpantau muncul di database IMEI global dan sertifikasi Eropa, menandakan distribusinya memang dirancang lintas negara.
Langkah ini menunjukkan perubahan arah Vivo yang ingin naik kelas sebagai brand flagship global, bukan hanya kuat di pasar domestik. Dengan membawa varian Ultra ke Indonesia, Vivo seolah menantang pemain lama di segmen premium yang selama ini didominasi merek tertentu. Bagi konsumen, ini jelas kabar baik karena pilihan flagship kelas atas menjadi semakin beragam.
Spesifikasi Vivo X300 Ultra
Dari sisi spesifikasi, Vivo X300 Ultra diposisikan sebagai perangkat untuk pengguna yang mengutamakan performa dan kamera. Bocoran menyebutkan ponsel ini akan menggunakan layar OLED LTPO 6,82 inci beresolusi 2K. Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate menyesuaikan aktivitas pengguna, sehingga lebih hemat daya tanpa mengorbankan kenyamanan visual.

Untuk performa, Vivo dikabarkan mempercayakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai otak utama. Chipset ini digadang-gadang membawa lonjakan performa signifikan, baik untuk multitasking berat, gaming, hingga pengolahan foto dan video resolusi tinggi. Dukungan baterai 7.000 mAh juga menjadi nilai tambah, mengingat jarang ada flagship dengan kapasitas sebesar ini.
Sektor kamera menjadi daya tarik utama. Kamera utama 200 MP dengan sensor Sony LYT-901 dan OIS dirancang untuk menangkap detail ekstrem, termasuk dalam kondisi minim cahaya. Kombinasi kamera ultrawide 50 MP dan periskop telephoto 200 MP membuat X300 Ultra fleksibel untuk berbagai kebutuhan fotografi.
Di bagian depan, kamera selfie 50 MP dengan autofokus menegaskan bahwa Vivo juga menyasar kreator konten dan pengguna profesional yang sering melakukan video call atau live streaming. Kehadiran Vivo X300 Ultra berpotensi mengubah peta persaingan smartphone flagship di Indonesia. Tidak hanya menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga membawa pendekatan baru dari Vivo yang kini tampil lebih percaya diri di kelas premium global.
Baca juga:
- Promo Akhir Tahun! Beli vivo X300 Series Langsung Dapat Bonus Menggiurkan!
- Vivo V70 Elite Debut Januari 2026! Bawa Lensa Ultrawide dan Cocok untuk Kreator!
- Pembaruan OriginOS 6 Perlahan Digulirkan, Vivo T4 Pro Ponsel Pertama Mencicipi?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















