Peluncuran ASUS Motherboard AMD 800 Series di ajang CES 2026 bukan sekadar pembaruan lini produk, melainkan penegasan arah baru dunia perakitan PC. ASUS tidak hanya mengejar performa mentah, tetapi juga menghadirkan pengalaman merakit dan menggunakan PC yang jauh lebih pintar, praktis, serta relevan dengan kebutuhan masa depan. Dukungan penuh terhadap prosesor AMD Ryzen 9000 Series berbasis Zen 5 menjadi fondasi utama, namun nilai jual sebenarnya justru terletak pada integrasi teknologi AI dan desain yang lebih ramah pengguna.
Beragam varian seperti ROG X870E, ROG Strix Neo Series, TUF Gaming, hingga ProArt dirancang untuk segmen berbeda, mulai dari gamer kompetitif, kreator konten, hingga profesional AI. Pendekatan ini membuat AMD 800 Series terasa fleksibel, karena pengguna tidak dipaksa membeli fitur yang tidak mereka butuhkan. ASUS seolah memahami bahwa PC modern kini bukan hanya alat bermain, tetapi juga pusat produktivitas dan eksplorasi teknologi.
Fitur Motherboard AMD 800 Series
Salah satu pembeda terbesar ASUS Motherboard AMD 800 Series adalah pemanfaatan AI secara nyata, bukan sekadar gimmick. Fitur seperti ASUS AI Advisor memungkinkan pengguna, bahkan pemula memahami fungsi motherboard, konfigurasi hardware, hingga solusi masalah teknis dengan bahasa yang mudah dipahami. Ini menjadi nilai tambah besar di era ketika komponen PC semakin kompleks.

AI Cache Boost juga menjadi sorotan, terutama bagi pengguna yang berkutat dengan workload berbasis kecerdasan buatan dan Large Language Model. Optimalisasi cache secara otomatis membantu meningkatkan efisiensi alur kerja, tanpa harus melakukan tuning manual yang rumit. Di sisi lain, pembaruan UEFI BIOS dengan kapasitas 64MB membuka ruang untuk antarmuka yang lebih modern, stabil, dan siap mendukung prosesor AM5 generasi berikutnya.
Menariknya, ASUS menanamkan driver WiFi langsung ke BIOS. Artinya, proses instalasi sistem operasi kini bisa langsung terkoneksi internet tanpa ribet mencari driver tambahan. Bagi banyak pengguna, detail kecil seperti ini justru sangat menentukan kenyamanan saat merakit PC baru.
Desain PCIe, Memori, dan Perakitan yang Lebih Efisien
ASUS juga melakukan pendekatan berbeda dalam hal tata letak jalur PCIe. Pada AMD 800 Series, fleksibilitas menjadi kata kunci. Gamer bisa memasang GPU PCIe 5.0 tanpa harus mengorbankan kecepatan SSD, sementara kreator dan profesional tetap mendapatkan bandwidth maksimal untuk kebutuhan storage dan capture card. Ini menjawab keluhan klasik soal keterbatasan jalur PCIe di platform modern.

Dari sisi memori, optimalisasi DDR5 dilakukan secara menyeluruh. Penggunaan PCB kelas server, desain 8-layer, serta teknologi NitroPath DRAM membuat stabilitas sinyal meningkat signifikan. Hasilnya bukan hanya performa tinggi, tetapi juga ruang overclocking yang lebih aman. Kolaborasi ASUS dengan G.SKILL untuk mendukung memori 4-rank UDIMM pun menunjukkan keseriusan mereka menyasar segmen AI dan komputasi berat.
Proses perakitan juga dibuat semakin simpel dan rapi. Inovasi seperti AIO Q-Connector memungkinkan pendingin cair terhubung tanpa kabel tambahan, sementara sistem Q-Release dan Q-Latch menghilangkan kebutuhan alat saat memasang SSD dan GPU. Ditambah dukungan USB Type-C front panel dengan Quick Charge 4+ hingga 60W, motherboard ini benar-benar siap menjadi pusat ekosistem PC modern.
Dengan kombinasi performa, kecerdasan AI, dan kemudahan perakitan, ASUS Motherboard AMD 800 Series bukan hanya upgrade spesifikasi, tetapi evolusi cara membangun PC untuk jangka panjang.
Baca juga:
- ASUS B850M AYW: Motherboard OC Putih Super Kencang dengan Harga ‘Perusak Pasar’!
- Harga RAM DDR5 Menggila, Penjualan Motherboard Anjlok 50%!
- Asus ROG Mini Blizzard: Motherboard Mini-ITX Putih Misterius Siap Rilis!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.




















