Bagi Anda yang sedang mencari steering wheel budget untuk merintis hobi sim racing, Review PXN V99 ini wajib Anda simak sampai habis. Di rentang harga Rp 2 hingga 3 jutaan, PXN V99 sering dibandingkan dengan kompetitornya seperti Ryunix Kaiju XR1.
Artikel ini bukanlah review titipan sponsor. Perangkat ini dibeli secara mandiri dengan harga sekitar Rp 2,9 juta (saat ini harganya berada di kisaran Rp 3 juta lebih sedikit) dan telah diuji secara langsung selama kurang lebih 3 bulan pemakaian. Mari kita bedah tuntas kelebihan dan kekurangan steering wheel ini.
Desain Premium dengan Material Kokoh
Satu hal yang paling menonjol dari PXN V99 adalah build quality-nya. Berikut adalah beberapa poin plus dari sisi desain:
Finishing Premium: Berbeda dengan kompetitor di kelasnya, PXN V99 memiliki finishing touch berbahan rubber yang memberikan sensasi genggaman premium.
Material Aluminium: Bagian kemudi menggunakan aluminium alloy, bukan plastik murahan, sehingga terasa sangat solid.

Fitur Ramah F1: Di belakang kemudi, terdapat shifter dan tombol L1/R2/L2 model trigger yang sangat berguna bagi penggemar game Formula 1.
Wheel Base Fleksibel: Sekilas, bentuk wheel base-nya menyerupai sistem Direct Drive (DD) dan tingkat kemiringannya bisa diatur menggunakan kunci L bawaan, sangat cocok untuk pengguna yang bermain langsung di atas meja.
Sebagai tambahan, paket penjualannya menyertakan opsi kabel untuk shifter dan pedal set agar bisa dicolok langsung ke PC via USB. Shifter bawaannya pun sudah mendukung tombol Hi-Low, fitur esensial untuk game simulator seperti Euro Truck Simulator 2 (ETS 2) atau ATS.
Sektor Pedal: Teknologi Canggih Namun Kurang Stabil
Beralih ke bagian pedal, ada hal yang patut dipuji sekaligus menjadi catatan penting. PXN V99 hadir dengan 3 pedal (gas, rem, kopling) yang memiliki tingkat kekerasan (stiff) yang serupa di setiap injakannya.

Kabar baiknya, pedal ini sudah menggunakan sensor Hall Effect, yang menjamin tingkat presisi lebih tinggi dan umur pakai yang lebih panjang. Kemiringan pedal juga bisa diatur sesuai selera.
Namun, ada satu kekurangan fatal jika Anda bermain tanpa sim rig atau wheel stand:
Mudah Bergeser: Saat digunakan langsung di lantai, pedal base sangat gampang bergeser ketika diinjak. Hal ini cukup mengganggu (annoying) hingga mengharuskan penggunaan selotip untuk menahannya.
Kurang Rigid: Konstruksi pedal terasa kurang kokoh dan gampang bergoyang.
Performa Force Feedback (FFB) di Lintasan
Bagaimana performanya untuk bermain game? Selama 3 bulan pengujian intens untuk game seperti Forza Motorsport, Assetto Corsa Competizione, hingga Assetto Corsa Rally, Force Feedback (FFB) yang dihasilkan tergolong memuaskan. Anda bisa merasakan kontur trek, kondisi oversteer, maupun understeer dengan cukup jelas. Input lag juga nyaris tidak terasa.
Meski begitu, terdapat sebuah glitch pada sistem FFB-nya. Ketika FFB diatur pada tingkat maksimal (100%), terkadang muncul bunyi “klek” dan FFB tiba-tiba hilang atau rotasi setir menjadi tidak sesuai. Solusi amannya: Sangat disarankan untuk bermain dengan setting FFB di angka 80% saja untuk menghindari masalah ini.
Kesimpulan: Alternatif Menarik di Kelas Menengah
Secara keseluruhan, pengalaman bermain menggunakan PXN V99 sangat menyenangkan dan bisa membuat Anda kecanduan masuk ke dunia sim racing. Ekosistem PXN juga mendukung modifikasi lanjutan, seperti penambahan USB Handbrake atau mengubah H-shifter menjadi sequential shifter.
Apakah mending menabung sedikit lagi untuk membeli Logitech G29? Jika Anda memiliki tambahan budget sekitar Rp 1 jutaan, G29 memang menjadi opsi yang sangat kuat. Namun, jika dana Anda mentok di angka Rp 3 juta, PXN V99 adalah pilihan alternatif yang sangat layak untuk dipertimbangkan.
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.


















