Akhirnya, Samsung mengumumkan harga resmi serta jadwal penjualan seri Galaxy Book6 untuk pasar Eropa. Setelah sebelumnya hanya diperkenalkan secara global tanpa detail komersial, kini lini laptop ini dipastikan mulai membuka pre-order pada 25 Februari, dengan pengiriman unit dimulai 11 Maret.
Distribusi tahap awal mencakup negara besar seperti Jerman, Prancis, Italia, hingga Inggris serta kawasan Skandinavia. Ekspansi pasar tambahan direncanakan menyusul pada April, menandakan Samsung ingin mengamankan momentum awal di segmen laptop premium tahun ini.
Dari sisi harga, Galaxy Book6 masuk langsung ke kelas atas. Model dasar dibanderol mulai €1.149, sementara varian tertinggi Galaxy Book6 Ultra menembus €3.399. Rentang harga ini menegaskan bahwa Samsung tidak menargetkan pasar entry-level, melainkan pengguna profesional, kreator, dan eksekutif yang membutuhkan perangkat kerja berperforma tinggi sekaligus bergaya. Dengan positioning tersebut, Galaxy Book6 jelas dirancang untuk bersaing di kategori laptop AI premium yang kini semakin ramai diisi berbagai brand besar.
Pilihan Model dan Layar Galaxy Book6 Series
Galaxy Book6 hadir dalam beberapa konfigurasi ukuran, termasuk pilihan layar 14 inci dan 16 inci, dengan opsi layar sentuh pada model tertentu. Seri ini juga memiliki varian Pro yang lebih premium, serta Ultra sebagai model tertinggi dengan fokus performa maksimal.

Semua model membawa prosesor terbaru dari Intel yang dirancang untuk era AI PC. Kehadiran chip generasi baru ini memungkinkan laptop menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan secara lebih efisien, mulai dari optimasi baterai, pemrosesan gambar, hingga peningkatan produktivitas aplikasi kerja.
Yang paling menarik tentu Galaxy Book6 Ultra. Varian ini langsung diposisikan sebagai mesin performa tinggi karena menggunakan GPU diskrit dari NVIDIA. Tidak adanya opsi grafis terintegrasi pada model Ultra memperjelas bahwa perangkat ini memang ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kekuatan komputasi ekstra, seperti desainer, editor video, hingga developer. Strategi ini membuat Ultra tampil berbeda dari sekadar ultrabook tipis biasa. Ia menjadi laptop kerja serius yang tetap mempertahankan desain premium khas Samsung.
Strategi Harga Tinggi dan Tantangan di Pasar Laptop AI
Meski membawa spesifikasi canggih dan desain elegan, harga Galaxy Book6 tetap menjadi faktor yang memicu perdebatan. Perbedaan konfigurasi penyimpanan antara Inggris dan Uni Eropa misalnya, menunjukkan bagaimana Samsung mencoba menyesuaikan strategi pasar sekaligus menjaga citra premium.

Di satu sisi, Galaxy Book6 menawarkan banyak keunggulan: desain tipis, integrasi ekosistem perangkat Samsung, performa prosesor terbaru, serta dukungan AI yang semakin relevan dengan kebutuhan kerja modern. Laptop ini juga berpotensi menarik bagi pengguna Galaxy yang ingin pengalaman perangkat yang saling terhubung.
Namun di sisi lain, harga yang tinggi terutama pada varian Ultra, bisa menjadi penghalang bagi pengguna umum. Tidak semua orang membutuhkan GPU diskrit kelas menengah, sehingga sebagian calon pembeli mungkin akan mempertimbangkan opsi lain yang lebih terjangkau.
Pada akhirnya, keberhasilan Galaxy Book6 kemungkinan besar bergantung pada seberapa kuat nilai ekosistem Samsung mampu dirasakan pengguna. Jika integrasi perangkat, fitur AI, dan pengalaman premium benar-benar terasa signifikan, maka harga tinggi bisa saja dianggap sepadan. Tetapi jika tidak, persaingan di pasar laptop AI premium tahun ini akan menjadi ujian besar bagi strategi Samsung.
Baca juga:
- Strategi ASUS 2026: Target Kuasai 30% Pasar Laptop Asia Pasifik!
- Review MSI Vector 17 HX: Laptop Gaming Monster Pelenyap Desktop PC!
- HP HyperX Omen 15 Masuk RI, Laptop Gaming Premium dengan Intel Ultra 9 dan RTX 5070!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















