Industri smartphone kembali memasuki fase penyesuaian. Kali ini, Realme menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa beberapa lini ponsel andalannya di India akan mengalami kenaikan harga mulai 11 Februari. Informasi ini memang belum diumumkan secara resmi ke publik, namun bocoran internal yang beredar di kalangan mitra ritel sudah cukup memberikan gambaran arah kebijakan perusahaan.
Berbeda dari sekadar penyesuaian harga biasa, langkah Realme ini mencerminkan tekanan yang lebih luas di industri teknologi global. Kenaikan harga komponen utama seperti chipset dan memori semikonduktor membuat produsen mau tak mau melakukan kalkulasi ulang agar bisnis tetap berjalan sehat. Dalam konteks ini, Realme tampaknya memilih strategi realistis: menaikkan harga secara bertahap tanpa mengorbankan posisi mereka di pasar yang sangat kompetitif. Menariknya, model yang terdampak bukan hanya segmen flagship, tetapi juga kelas menengah yang selama ini menjadi kekuatan utama Realme di India.
Detail Kenaikan Harga Berdasarkan Varian dan Dampaknya bagi Konsumen
Berikut ini merupakan perkiraan harga baru dalam Rupiah berdasarkan kurs konversi INR ke IDR:

Realme 15 5G
- 8GB + 128GB: dari ₹25.999 → ₹28.999 ≈ Rp4,83 juta → Rp5,39 juta
- 8GB + 256GB: dari ₹27.999 → ₹30.999 ≈ Rp5,22 juta → Rp5,83 juta
- 12GB + 256GB: dari ₹29.999 → ₹32.999 ≈ Rp5,58 juta → Rp6,21 juta
Realme 16 Pro 5G
- 8GB + 128GB: dari ₹31.999 → ₹34.999 ≈ Rp5,96 juta → Rp6,59 juta
- 8GB + 256GB: dari ₹33.999 → ₹36.999 ≈ Rp6,33 juta → Rp6,96 juta
- 12GB + 256GB: dari ₹36.999 → ₹39.999 ≈ Rp6,89 juta → Rp7,51 juta
Realme 16 Pro+ 5G (Kenaikan Tertinggi)
- 8GB + 128GB: dari ₹39.999 → ₹43.999 ≈ Rp7,44 juta → Rp8,27 juta
- 8GB + 256GB: dari ₹41.999 → ₹45.999 ≈ Rp7,82 juta → Rp8,65 juta
- 12GB + 256GB: dari ₹44.999 → ₹48.999 ≈ Rp8,38 juta → Rp9,22 juta
Harga di atas merupakan perkiraan konversi dalam Rupiah (IDR). Nilai akhir bisa berbeda tergantung kurs tukar yang berlaku di bank atau layanan pembayaran saat transaksi.
Restrukturisasi Internal dan Arah Baru Realme di Pasar India
Selain isu harga, Realme juga tengah melakukan penataan ulang organisasi internal di India. Penggabungan operasional dengan Oppo sebagai induk perusahaan berdampak pada pengurangan jumlah staf, terutama di area non-teknis. Meski terdengar sensitif, Realme menegaskan bahwa langkah ini murni bertujuan meningkatkan efisiensi dan tidak akan memengaruhi layanan pelanggan maupun jaringan ritel mereka.

Jika dilihat lebih luas, kombinasi antara kenaikan harga dan restrukturisasi internal menunjukkan bahwa Realme sedang mempersiapkan fondasi jangka panjang. Di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan rantai pasok yang belum sepenuhnya pulih, efisiensi operasional menjadi kunci agar perusahaan tetap kompetitif.
Strategi ini juga sejalan dengan tren industri smartphone secara global, di mana banyak merek mulai mengurangi margin agresif demi menjaga keberlanjutan bisnis. Bagi Realme, menjaga keseimbangan antara harga, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen menjadi tantangan utama ke depan.
Dengan harga baru yang mulai berlaku pada 11 Februari, pasar India akan menjadi indikator penting apakah strategi ini efektif. Jika diterima dengan baik, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diterapkan di pasar lain. Yang jelas, langkah Realme kali ini menjadi sinyal bahwa era harga smartphone “super murah” mulai memasuki babak baru penyesuaian.
Baca juga:
- Resmi di Indonesia, Realme C85 5G Bawa Sertifikasi IP69 dan Baterai 7.000 mAh!
- Realme P4 Power Terpantau di Geekbench, Usung Baterai Jumbo 10.000mAh
- Realme 16 5G Resmi Meluncur, Desainnya Sekilas Mirip iPhone Air!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.




















