Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah secara resmi mengonfirmasi bahwa tidak semua perangkatnya akan mendapatkan pembaruan HyperOS 3.1 berbasis Android 16. Keputusan ini bukan sekadar soal versi sistem operasi, tetapi juga mencerminkan perubahan arah strategi Xiaomi dalam menghadapi era smartphone berbasis AI. Bagi sebagian pengguna, kabar ini mungkin terasa mengecewakan, terutama bagi pemilik ponsel flagship beberapa tahun lalu yang masih tergolong mumpuni secara performa harian.
HyperOS 3.1 dirancang sebagai sistem operasi yang lebih agresif dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, optimalisasi NPU, serta integrasi API Android 16. Artinya, tidak semua perangkat lama sanggup mengikuti standar baru tersebut tanpa mengorbankan stabilitas dan kenyamanan pengguna.
Daftar Perangkat Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Terhenti di HyperOS Lama
Jika dilihat lebih dalam, perangkat yang tidak kebagian HyperOS 3.1 umumnya berasal dari generasi chipset lama atau kelas menengah dengan fokus efisiensi biaya. Beberapa model bahkan dipastikan berhenti di HyperOS 3 (Android 15), sementara lainnya harus puas di HyperOS 2 berbasis Android 14.

Seri Xiaomi 12, beberapa lini Redmi Note 12 dan Note 13, serta ponsel populer seperti Poco F5 dan Poco X series menjadi contoh nyata. Meski secara spesifikasi masih layak pakai, keterbatasan dukungan perangkat keras membuat Xiaomi memilih untuk tidak memaksakan update besar.
Bagi pengguna awam, hal ini berarti tidak ada fitur visual baru, peningkatan AI-native, maupun optimalisasi sistem lanjutan yang dibawa HyperOS 3.1. Namun, ini tidak serta-merta membuat perangkat tersebut “usang”.
Alasan Teknis di Balik Penghentian Update HyperOS 3.1
Berbeda dari sekadar alasan marketing, Xiaomi cukup terbuka soal faktor teknis yang melatarbelakangi kebijakan ini. Android 16 dan HyperOS 3.1 menuntut dukungan chipset dengan NPU yang lebih kuat, terutama untuk pemrosesan AI real-time, animasi dinamis, serta sistem notifikasi interaktif seperti Live Updates. Memaksakan update pada perangkat lama justru berisiko menimbulkan:

- Penurunan performa
- Konsumsi baterai berlebih
- Bug sistem yang sulit dioptimalkan
Dalam jangka panjang, Xiaomi menilai pengalaman pengguna yang konsisten jauh lebih penting dibanding sekadar memperpanjang daftar perangkat yang mendapat update. Pendekatan ini sejalan dengan praktik end-of-life (EOL) yang juga dilakukan produsen besar lain di industri smartphone.
Masih Layakkah Menggunakan Xiaomi Tanpa Update Android 16?
Kabar baiknya, penghentian update OS besar bukan berarti perangkat langsung ditinggalkan sepenuhnya. Xiaomi tetap menjanjikan pembaruan keamanan (security patch) dalam periode tertentu, tergantung wilayah dan model perangkat.

Untuk pengguna harian yang fokus pada media sosial, streaming, chatting, dan produktivitas ringan, ponsel dengan HyperOS 2 atau 3 masih sangat layak digunakan. Namun, bagi Anda yang ingin merasakan fitur AI terbaru, integrasi sistem paling mutakhir, dan dukungan jangka panjang, keputusan upgrade ke perangkat Xiaomi generasi terbaru bisa menjadi pertimbangan logis.
Ke depan, kebijakan ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Xiaomi semakin serius mengarahkan ekosistemnya ke arah AI-first smartphone, di mana spesifikasi hardware menjadi penentu utama masa depan pembaruan perangkat.
Baca juga:
- Thermal Runaway di Baterai Xiaomi Bisa Picu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya!
- Xiaomi 17 Max Bocor Jelang Peluncuran, Ini Prediksi Tanggal Rilis dan Spesifikasinya!
- 5 Keistimewaan Xiaomi 15T Series, Cocok untuk Fotografi Profesional!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.




















