Gangguan besar yang menimpa aplikasi pengeditan video CapCut sejak 25 hingga 26 Januari 2026 menjadi perhatian serius di kalangan kreator digital. Selama lebih dari 17 jam, berbagai fungsi inti aplikasi dilaporkan tidak dapat digunakan secara normal. Mulai dari gagal login, fitur pengeditan yang tidak memuat, hingga proses ekspor video yang terhenti total.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada pengguna gratis, tetapi juga pelanggan CapCut Pro yang selama ini mengandalkan fitur premium untuk kebutuhan profesional. Banyak kreator mengaku pekerjaan mereka tertunda, terutama yang bergantung pada deadline konten harian untuk media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Yang membuat situasi semakin rumit, gangguan ini terjadi secara simultan di berbagai platform web, desktop, hingga mobile, meskipun versi mobile masih dapat digunakan secara terbatas. Hal ini menandakan adanya masalah sistemik, bukan sekadar bug kecil pada satu versi aplikasi.
Masalah CapCut Pro Jadi Sorotan, Kepercayaan Pengguna Dipertaruhkan
Salah satu dampak paling krusial dari gangguan ini adalah terganggunya layanan CapCut Pro. Banyak pengguna melaporkan status langganan mereka tiba-tiba tidak terdeteksi, padahal masa aktif masih berjalan. Bahkan, pengguna baru yang baru saja berlangganan mengaku tidak mendapatkan akses ke fitur premium sama sekali.

Dalam dunia aplikasi berbasis langganan, masalah seperti ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan pengguna. Kreator yang membayar untuk efisiensi dan stabilitas justru dihadapkan pada risiko kehilangan akses akun, terutama bagi mereka yang mencoba solusi ekstrem seperti uninstall dan install ulang aplikasi.
Menariknya, hingga gangguan berlangsung lama, pihak CapCut belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab masalah. Notifikasi yang menyebutkan “peningkatan sistem” justru memunculkan spekulasi bahwa proses pembaruan dilakukan tanpa persiapan matang, sehingga berdampak langsung pada pengalaman pengguna.
Dugaan Kaitan dengan Server TikTok dan Peralihan ke Aplikasi Alternatif
Gangguan CapCut ini juga bertepatan dengan masalah login yang sempat dialami TikTok dalam rentang waktu yang sama. Karena CapCut berada di bawah ekosistem TikTok, banyak pihak menduga sumber masalah berasal dari server induk yang memengaruhi beberapa layanan sekaligus.

Dampaknya tidak berhenti di sisi teknis saja. Sejumlah kreator mengeluhkan penurunan performa konten mereka, mulai dari turunnya jumlah tayangan hingga gangguan distribusi ke FYP. Hal ini memperkuat asumsi bahwa gangguan server memiliki efek domino terhadap ekosistem kreator secara keseluruhan.
Sebagai langkah antisipasi, sebagian pengguna mulai beralih ke aplikasi alternatif seperti Splice dan OpenShot. Meskipun tidak sepenuhnya menggantikan kenyamanan CapCut, langkah ini dianggap sebagai solusi sementara agar produktivitas tetap berjalan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kreator digital untuk tidak bergantung pada satu platform saja. Memiliki aplikasi cadangan dan rutin melakukan backup proyek menjadi strategi cerdas di tengah ketergantungan pada layanan berbasis cloud.
Baca juga:
- Instagram Luncurkan Aplikasi Edits Setelah CapCut Diblokir AS!
- Cara Bikin Video Rasio Geprek di Instagram yang Viral, Cuma 2 Menit Pakai Canva & CapCut!
- Event CapCut Ternyata Belum Selesai, Ini Cara Mudah Mendapatkan Uang!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















