Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta teknologi dan PC builder. Tren harga SSD naik yang terjadi beberapa bulan terakhir tampaknya belum akan berhenti, bahkan diprediksi akan semakin parah. Laporan terbaru menyebutkan bahwa dua raksasa teknologi, Samsung Electronics dan SK Hynix, berencana memangkas produksi memori mereka secara signifikan.
Langkah ini diambil bukan karena sepinya pembeli, melainkan karena pergeseran fokus bisnis yang lebih menguntungkan ke arah kecerdasan buatan (AI). Jika kamu berencana membeli penyimpanan baru, ada baiknya menyimak situasi pasar saat ini.
Alasan Utama Mengapa Harga SSD Naik
Lonjakan harga komponen memori, termasuk SSD, sebenarnya sudah terasa sejak akhir tahun lalu. Sebagai contoh nyata, harga Samsung 990 Pro 1TB yang sempat menyentuh angka $90 (sekitar Rp1,4 juta) pada Oktober lalu, kini melonjak drastis menjadi $199 (sekitar Rp3,1 juta) di pasar global seperti Amazon.

Mengutip laporan dari Chosun Biz, kenaikan ini dipicu oleh strategi baru Samsung dan SK Hynix. Kedua perusahaan ini yang menguasai lebih dari 60% produksi NAND global berencana mengurangi produksi chip NAND masing-masing sebesar 4,5% dan 10,5%.
Hukum ekonomi sederhana berlaku di sini: ketika permintaan pasar terus meningkat sementara pasokan barang dikurangi secara sengaja, maka kenaikan harga adalah hal yang tak terhindarkan.
Demi Cuan Besar di Era AI
Mengapa mereka memangkas produksi padahal permintaan sedang tinggi? Jawabannya adalah profitabilitas. Samsung dan SK Hynix menilai bahwa mengalihkan kapasitas pabrik untuk memproduksi DRAM (Dynamic Random Access Memory) jauh lebih menguntungkan saat ini.
DRAM sangat dibutuhkan untuk mendukung chip grafis AI, seperti seri “Vera Rubin” milik Nvidia yang digunakan di pusat data (data center). Perusahaan AI raksasa seperti OpenAI memborong pasokan DRAM global, membuat harganya meroket.
Oleh karena itu, pabrik-pabrik yang sebelumnya memproduksi NAND untuk SSD kini dikonversi untuk memproduksi DRAM. Samsung dan SK Hynix memprediksi bahwa keuntungan dari sektor DRAM akan jauh lebih manis pada tahun 2026 dan 2027 dibandingkan bertahan di pasar NAND.
Kapan Harga Akan Turun Kembali?
Bagi konsumen yang berharap harga akan segera normal, tampaknya harus bersabar lebih lama. Para analis memprediksi bahwa penurunan harga di segmen SSD dan RAM kemungkinan baru akan terjadi pada tahun 2028.
Kompetitor lain seperti YMTC dari China memang ada, namun butuh waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk bisa menutupi kekurangan pasokan yang ditinggalkan oleh Samsung dan SK Hynix. Jadi, jika kamu benar-benar membutuhkan upgrade penyimpanan, membelinya sekarang mungkin lebih bijak daripada menunggu harga yang justru berpotensi makin tinggi.
Baca juga:
- Update Windows 11 Terbaru Jadi Biang Keladi SSD Eror di Banyak Pengguna, Ini Solusinya!
- Western Digital Stop Produksi SSD, Strategi Cerdas atau Blunder?
- Keuntungan Menyimpan Game di SSD yang Wajib Kamu Tau!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.





















