Industri laptop selama bertahun-tahun berjalan dengan pola yang hampir sama, beli, pakai, rusak, lalu ganti baru. Namun Schenker mencoba menantang kebiasaan tersebut lewat kehadiran Schenker Element 16, sebuah laptop modular yang dirancang agar lebih fleksibel, tahan lama, dan relevan dengan kebutuhan pengguna yang terus berubah.
Produsen asal Jerman ini membawa pendekatan berbeda dengan menghadirkan desain modular yang memungkinkan pengguna tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layanan servis resmi atau harus mengganti seluruh perangkat hanya karena satu komponen bermasalah. Konsep ini memang mengingatkan pada Framework Laptop, tetapi Element 16 hadir dengan karakter dan pendekatan teknisnya sendiri. Alih-alih sekadar menawarkan performa tinggi, Schenker justru menempatkan kontrol di tangan pengguna. Laptop ini dirancang sebagai perangkat yang bisa “bertumbuh” seiring waktu, bukan produk sekali pakai.
Fleksibilitas Modular yang Memberi Nilai Lebih Schenker Element 16
Daya tarik utama Schenker Element 16 terletak pada kemudahan bongkar pasang berbagai komponen penting. Pengguna dapat mengganti baterai, RAM, SSD, kipas pendingin, keyboard, hingga port eksternal tanpa prosedur rumit. Hal ini memberi dua keuntungan besar: efisiensi biaya dan keberlanjutan jangka panjang.

Jika di laptop konvensional kerusakan kecil bisa berujung biaya besar, Element 16 menawarkan solusi yang lebih rasional. Pengguna hanya perlu mengganti bagian yang bermasalah atau ingin ditingkatkan, tanpa harus membeli perangkat baru. Ini menjadi poin penting di era di mana kesadaran terhadap limbah elektronik semakin meningkat.
Menariknya, Schenker juga mengisyaratkan bahwa motherboard pada Element 16 dirancang untuk bisa diganti. Walaupun detail kompatibilitas prosesor belum diungkap, langkah ini menunjukkan ambisi Schenker untuk menghadirkan laptop yang benar-benar adaptif. Jika ke depan dukungan platform prosesor semakin luas, Element 16 berpotensi menjadi laptop yang relevan hingga bertahun-tahun.
Pendekatan modular seperti ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal filosofi penggunaan perangkat yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Performa Tinggi dan Sinyal Masa Depan Laptop Modular
Dari sisi performa, Schenker Element 16 tidak bisa dianggap remeh. Laptop ini dikabarkan akan menggunakan Intel Panther Lake Core Ultra Series 3, dengan varian prosesor Intel Core Ultra 7 356H. Dukungan RAM hingga 64 GB menempatkannya sebagai perangkat yang siap digunakan untuk produktivitas berat, multitasking, hingga kebutuhan kreatif.

Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa laptop modular tidak harus berkompromi dengan performa. Selama ini, banyak yang menganggap perangkat modular identik dengan keterbatasan tenaga. Element 16 berusaha mematahkan stigma tersebut dengan membawa spesifikasi kelas atas dalam desain fleksibel.
Meski harga dan ketersediaan resminya belum diumumkan, informasi awal menyebutkan bahwa Schenker Element 16 akan difokuskan untuk pasar Eropa. Hal ini cukup masuk akal mengingat tren perangkat ramah lingkungan dan customizable lebih cepat diterima di kawasan tersebut.
Kehadiran Element 16 bisa menjadi sinyal kuat bagi industri laptop global. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin konsep modular akan semakin banyak diadopsi oleh produsen lain. Ke depan, laptop mungkin tidak lagi dipandang sebagai perangkat statis, melainkan sebagai sistem yang bisa terus diperbarui sesuai kebutuhan penggunanya.
Baca juga:
- Dua Laptop Layar Gulung Lenovo Ini Jadi Sorotan Utama di CES 2026!
- Lenovo CES 2026: Pamer AI Agent Qira & Laptop Layar Gulung Canggih!
- Cara Mengetahui Serial Number Laptop Windows dan Mac dalam Hitungan Menit!
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.

















