Pasar ponsel lipat terus menunjukkan geliat yang makin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Counterpoint Research baru saja melaporkan bahwa pada kuartal III-2025, pengiriman ponsel lipat global mengalami peningkatan hingga 14 persen secara year-on-year. Angka ini merupakan lonjakan tertinggi sepanjang sejarah segmen ponsel lipat. Sekaligus menandakan minat pengguna yang semakin meluas terhadap perangkat berteknologi fleksibel ini.
Banyak analis menilai, perkembangan pesat ini bukan hanya terjadi karena inovasi hardware, tetapi juga karena pengguna mulai melihat ponsel lipat sebagai perangkat yang relevan untuk kebutuhan harian, bukan sekadar tren sesaat.
Di sisi lain, peningkatan tahun 2025 ini diperkirakan baru menjadi “pemanasan” sebelum ledakan besar yang akan terjadi di tahun 2026. Counterpoint memproyeksikan bahwa pasar ponsel lipat akan tumbuh lebih tinggi lagi hingga mencapai belasan persen secara keseluruhan, menandai fase baru kompetisi yang jauh lebih sengit antara para pemain besar industri.
Apple Masuk ke Arena: Pemain Baru yang Siap Mengubah Peta Persaingan
Salah satu alasan utama optimisme pasar adalah hadirnya Apple sebagai pendatang baru di ranah ponsel lipat. Meskipun belum ada pengumuman resmi, rumor yang beredar menyebutkan bahwa Apple tengah menyiapkan perangkat lipat pertamanya yang kabarnya bernama iPhone Fold. Jika benar meluncur pada 2026, ini akan menjadi momen penting yang dapat mengubah dinamika kompetisi global.

Bocoran yang beredar menyebutkan bahwa iPhone Fold akan mengusung desain lipat gaya buku dengan layar utama berukuran 7,8 inci dan layar sekunder sekitar 5,5 inci saat perangkat dilipat. Terlepas dari spesifikasi pastinya, kehadiran Apple dipastikan akan mendorong gelombang besar siklus upgrade di segmen premium.
Banyak pengguna ekosistem Apple yang dikenal loyal kemungkinan besar akan beralih ke perangkat lipat begitu produk ini dilepas ke pasar. Masuknya Apple juga akan memperluas cakupan inovasi dan memaksa produsen lain untuk bergerak lebih cepat, baik dari sisi material, desain engsel, maupun optimalisasi perangkat lunak.
Tahun 2026 Jadi Panggung Inovasi Pasar Ponsel Lipat
Selain kehadiran Apple, variasi model ponsel lipat dari kompetitor lain juga akan menjadi katalis peningkatan pasar. Tahun 2025 saja sudah menjadi saksi lahirnya inovasi unik seperti Samsung Galaxy Z TriFold dan Huawei Mate XT, dua ponsel lipat tiga yang membuka kemungkinan baru dalam pengalaman multitasking.

Dengan semakin banyaknya bentuk dan ukuran yang dirilis, pengguna memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai kebutuhan, mulai dari model compact, lipat vertikal, lipat horizontal, hingga lipat tiga. Keragaman inilah yang diprediksi membuat pasar 2026 menjadi lebih ramai dari sebelumnya.
Counterpoint juga menyebutkan bahwa perkembangan teknologi akan menjadi faktor kunci dalam percepatan ekspansi. Fokus inovasi akan mengarah pada peningkatan daya tahan perangkat, penyempurnaan engsel, pengurangan ketebalan dan bobot, hingga penggunaan panel yang lebih efisien. Tidak ketinggalan, integrasi fitur-fitur berbasis AI yang semakin matang akan membuat pengalaman pengguna ponsel lipat terasa lebih intuitif dan relevan.
Dengan semua dinamika tersebut, 2026 diprediksi menjadi tahun yang menandai era baru ponsel lipat—lebih stabil, lebih beragam, dan lebih siap memasuki pasar massal.
Baca juga:
- Produksi Masal Galaxy Z Flip 7 Dimulai, Ponsel Lipat Tiga Samsung Masih Tertunda!
- Huawei Kini Rajai Pasar Ponsel Lipat Global, Samsung Tergeser!
- Nasib Galaxy Z Fold 7 di Tangan YouTuber: Disiksa 200.000 Lipatan, Inikah ‘Kematian’ Sang Raja Ponsel Lipat?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.



















