Di dunia belanja online yang terus berkembang, persaingan bukan cuma soal harga murah atau promo besar-besaran. Sekarang, faktor terpenting justru ada pada bagaimana sebuah e-commerce bisa memahami kebiasaan dan kebutuhan konsumennya. Nah, di sinilah teknologi kecerdasan buatan alias Teknologi AI jadi bintang utamanya.
Berdasarkan laporan Shopping App Insights Report: 2025 Edition dari Adjust, tren strategi e-commerce di Asia Pasifik (APAC) dan global mulai bergeser. Kalau dulu perusahaan cenderung fokus mengumpulkan pengguna dalam jumlah banyak, kini fokusnya beralih ke menjangkau pengguna yang punya nilai tinggi dan tingkat keterlibatan lebih intens. AI menjadi kunci utama dalam melakukan analisis data yang akurat, sehingga e-commerce bisa memberi pengalaman yang lebih personal dan tepat sasaran.
April Tayson, Wakil Presiden Regional INSEA di Adjust, menjelaskan bahwa aplikasi belanja yang sukses adalah yang mampu menggabungkan penargetan berbasis AI dengan pengalaman konsisten di semua titik interaksi. Dengan begitu, kepercayaan dan loyalitas pelanggan bisa terbentuk dalam jangka panjang, bahkan setelah momen instalasi pertama aplikasi.
Teknologi AI Bikin E-commerce Lebih Personal dan Efektif
Contoh nyatanya bisa kita lihat pada Lazada dengan AI Lazzie, asisten virtual yang membantu pengguna mencari produk, memberikan rekomendasi, hingga menjawab pertanyaan secara real-time. Fitur semacam ini mampu memberikan pengalaman belanja yang lebih praktis, relevan, dan terasa lebih personal bagi pengguna.

Menariknya, data dari laporan Adjust mengungkap fenomena unik. Secara global, jumlah instalasi aplikasi e-commerce tercatat turun sekitar 14% pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, jumlah sesi justru mengalami kenaikan sebesar 2%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah pengguna baru menurun, tingkat keterlibatan dari pengguna yang sudah ada justru mengalami peningkatan.
Hal ini juga tercermin dari kenaikan reattribution share sebesar 29% di periode yang sama. E-commerce kini lebih fokus mengaktifkan kembali pengguna lama dibanding hanya mengincar pengguna baru. Strategi ini jauh lebih hemat biaya dan biasanya menghasilkan interaksi yang lebih berkualitas.
Untuk kawasan APAC, pertumbuhan instalasi aplikasi e-commerce masih memimpin dengan kenaikan 13% dan sesi naik 2% secara tahunan. Sementara pasar yang sudah matang seperti Eropa, Amerika Utara, dan MENA mulai melambat karena perubahan perilaku konsumen dan tingkat kejenuhan pasar.
Marketplace Paling Jago Bangun Loyalitas
Dari semua pemain e-commerce, marketplace terbukti jadi kategori yang paling berhasil mempertahankan pelanggan. Data Adjust mencatat, meski marketplace ini cuma menyumbang 20% dari total instalasi, mereka mampu untuk menghasilkan 60% dari total sesi pengguna. Durasi sesi juga lebih tinggi, mencapai rata-rata 10,69 menit, mengalahkan rata-rata aplikasi e-commerce lain yang hanya 9,89 menit.

Dalam hal retensi, marketplace juga unggul di Day 1 dengan persentase 25%, sementara aplikasi e-commerce biasa hanya 13%. Keunggulan ini didukung oleh pengalaman lintas platform yang mulus. Banyak pengguna memulai pencarian lewat mobile web, lalu diarahkan ke aplikasi tanpa hambatan, sehingga potensi konversi jadi lebih tinggi.
Selain itu, e-commerce juga semakin gencar memperluas jangkauan lewat kerja sama dengan lebih banyak mitra. Rata-rata, sebuah aplikasi belanja sekarang bermitra dengan 7 platform berbeda pada paruh pertama 2025, naik dari 6 mitra di 2023. Strategi diversifikasi saluran ini memungkinkan mereka menjangkau konsumen di berbagai titik interaksi, memperkuat brand presence, dan tentu saja meningkatkan penjualan.
Dengan semua perkembangan tersebut, jelas bahwa teknologi AI ini bukan lagi sekadar teknologi tambahan di dunia e-commerce, tapi sudah menjadi senjata utama untuk memahami perilaku konsumen, memberikan pengalaman yang relevan, dan membangun hubungan jangka panjang. Ke depannya, persaingan e-commerce kemungkinan besar akan dimenangkan oleh mereka yang paling cerdas memanfaatkan data dan teknologi AI untuk mendekatkan diri dengan konsumennya.
Baca juga:
- Samsung Galaxy Unpacked 2025 Digelar 9 Juli, Fokus Utama Teknologi AI!
- Pengguna Resah, Facebook Minta Akses Foto Pribadi di Galeri dengan Teknologi AI!
- Teknologi AI NVIDIA Terbaru Buka ‘Portal’ ke Dunia Robot, Siap Sambut Era Terminator?
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.
Cari tahu juga update berita terkini dan teraktual seputar teknologi dan gadget di Pemmzchannel.com.





















