Sebuah pertemuan tingkat tinggi antara CEO NVIDIA, Jensen Huang, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memicu spekulasi dan kekhawatiran di seluruh dunia. Di tengah perang teknologi yang semakin memanas antara AS dan China, isu utama yang diduga menjadi agenda utama pertemuan ini adalah sebuah konsep kontroversial: pemasangan tombol kiamat NVIDIA atau kill switch pada setiap chip AI canggih yang dijual ke China.
Langkah ini, jika benar-benar diimplementasikan, akan menjadi eskalasi dramatis dalam upaya AS untuk mengendalikan supremasi teknologi global, namun juga membuka kotak Pandora berisi risiko keamanan siber yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Apa Sebenarnya ‘Tombol Kiamat NVIDIA’ yang Dirumorkan?
Secara sederhana, Tombol Kiamat NVIDIA adalah sebuah mekanisme perangkat keras atau hardware-level yang memungkinkan pemerintah AS atau NVIDIA untuk mematikan atau menonaktifkan GPU dari jarak jauh. Ide ini muncul dari desakan beberapa politisi AS yang khawatir bahwa chip AI paling canggih dari NVIDIA, meskipun versi yang sudah diturunkan spesifikasinya (seperti seri H20), dapat disalahgunakan oleh militer China untuk tujuan yang mengancam keamanan nasional AS. Dengan adanya kill switch, AS secara teoretis bisa “mematikan” infrastruktur AI China kapan saja jika dianggap perlu.
Dilema Besar NVIDIA: Terjepit di Antara Dua Kekuatan Dunia
NVIDIA kini berada dalam posisi yang sangat sulit. Di satu sisi, mereka harus mematuhi regulasi dan kebijakan keamanan nasional pemerintah AS. Di sisi lain, China adalah pasar yang sangat besar dan penting bagi pendapatan mereka. Perusahaan ini secara terbuka telah menolak ide pemasangan kill switch. David Reber, Chief Security Officer NVIDIA, menyatakan dengan tegas dalam sebuah postingan blog bahwa “NVIDIA GPU tidak dan tidak seharusnya memiliki kill switch dan backdoor.”

Menurut NVIDIA, menyematkan “cacat permanen” seperti itu ke dalam chip adalah sebuah “hadiah bagi para peretas dan aktor jahat.” Ini akan menciptakan titik kegagalan tunggal yang bisa dieksploitasi, merusak kepercayaan global terhadap teknologi Amerika, dan pada akhirnya justru membahayakan keamanan nasional dan ekonomi AS itu sendiri.
Pertemuan dengan Trump dan Implikasi Politiknya
Pertemuan antara Jensen Huang dan Donald Trump menjadi sangat krusial mengingat sikap keras Trump terhadap China. Meskipun pemerintahan Trump baru-baru ini memberikan lampu hijau bagi NVIDIA untuk kembali menjual chip H20 ke China, kebijakan ini bisa berubah sekejap. Trump dikenal dengan pendekatannya yang menekan, seperti ancaman tarif 100% pada semikonduktor impor untuk memaksa perusahaan membangun pabrik di AS.
Diskusi mengenai tombol kiamat NVIDIA ini kemungkinan besar adalah bagian dari negosiasi yang lebih besar antara raksasa teknologi dan pemerintah. NVIDIA berusaha meyakinkan pemerintah bahwa keamanan bisa dicapai melalui cara lain yang lebih cerdas, seperti pemantauan perangkat lunak dengan izin pengguna, bukan dengan menciptakan kelemahan perangkat keras yang berbahaya. Masa depan perang supremasi AI antara AS dan China mungkin akan sangat bergantung pada hasil dari dialog-dialog berisiko tinggi seperti ini.
Baca juga:
- Kini Dominasi TSMC Gugurkan NVIDIA dan AMD di Industri AI!
- Benarkah Konsumen Beli GPU AMD Hanya untuk Tekan Harga NVIDIA?
- Produsen GPU Percepat Pengiriman RTX 5090 Sebelum Kebijakan Tariff Trump!
_____________________________________________________________________________________________
Cari gadget berkualitas dengan harga terbaik? Temukan pilihan laptop, PC, dan komponen PC dengan harga terbaik hanya di Pemmz.com.



















