Pemmzchannel
  • NEWS
  • REVIEW
    • All
    • Components
    • Gadget
    • Game
    • Laptop & PC
    Seorang reviewer pria memegang HP Samsung Galaxy S24 FE putih krem di studio video, menunjuk ponsel tersebut sambil membahas harga Samsung Galaxy S24 FE di tahun 2026 yang turun drastis, menjadikannya pilihan worth it untuk dibeli dengan uang THR Lebaran.

    Harga Samsung Galaxy S24 FE 2026 Turun Drastis! Masih Worth It untuk THR Lebaran?

    Review Axioo Hype Flex 7+ Pro Max memperlihatkan unit PC All-in-One (AIO) berwarna putih minimalis dengan desain layar tipis dan stand kokoh di meja kerja.

    Review Axioo Hype Flex 7+ Pro Max: PC AIO Cantik dengan Performa yang “Disekap”?

    Review PXN V99 lengkap menampilkan unit steering wheel dengan material aluminium alloy, shifter H-pattern, dan pedal set Hall Effect untuk simulasi balap PC.

    Review PXN V99: Stir Balap 3 Jutaan, Layak Beli atau Skip?

    Laptop ASUS Vivobook S14 OLED M3407KA dengan desain tipis dan layar OLED jernih di atas meja kerja.

    Review ASUS Vivobook S14 OLED M3407KA: Laptop AI Kencang & Baterai 20 Jam!

  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US
No Result
View All Result
  • 11tahun
  • About PEMMZCHANNEL – Media Online Review Laptop Gaming Terdepan di Indonesia
  • About Pemmzchannel – Media Online Review Laptop Gaming Terdepan di Indonesia (old)
  • About Us
  • Advertise With US
  • ASK Pemmzchannel
  • Contact Us
  • DWQA Ask Question
  • Featured at Pemmzchannel
  • IMPORT
  • Latest Pemmzchannel Video
  • News
  • Newsletter
  • Newsletter
  • Pemmz Gr8est Surprize
  • Pemmzchannel – Media Informasi, Review Gadget & Gaming
  • Privacy Policy
  • Promo PEMMZ Yogya
  • Shortcodes
  • Submit Karya
  • Subscribe to Pemmzchannel.com
  • Tarif JNE
  • test speed page
Pemmzchannel
  • NEWS
  • REVIEW
    • All
    • Components
    • Gadget
    • Game
    • Laptop & PC
    Seorang reviewer pria memegang HP Samsung Galaxy S24 FE putih krem di studio video, menunjuk ponsel tersebut sambil membahas harga Samsung Galaxy S24 FE di tahun 2026 yang turun drastis, menjadikannya pilihan worth it untuk dibeli dengan uang THR Lebaran.

    Harga Samsung Galaxy S24 FE 2026 Turun Drastis! Masih Worth It untuk THR Lebaran?

    Review Axioo Hype Flex 7+ Pro Max memperlihatkan unit PC All-in-One (AIO) berwarna putih minimalis dengan desain layar tipis dan stand kokoh di meja kerja.

    Review Axioo Hype Flex 7+ Pro Max: PC AIO Cantik dengan Performa yang “Disekap”?

    Review PXN V99 lengkap menampilkan unit steering wheel dengan material aluminium alloy, shifter H-pattern, dan pedal set Hall Effect untuk simulasi balap PC.

    Review PXN V99: Stir Balap 3 Jutaan, Layak Beli atau Skip?

    Laptop ASUS Vivobook S14 OLED M3407KA dengan desain tipis dan layar OLED jernih di atas meja kerja.

    Review ASUS Vivobook S14 OLED M3407KA: Laptop AI Kencang & Baterai 20 Jam!

  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US
No Result
View All Result
Pemmzchannel

Game Review Battlefield 1 – Behind Every Gunsight Is A Human Being

by Garry Chen
22/10/2016
in Featured, Game
A A
Review Battlefield 1
Share on FacebookShare on Twitter

Review Battlefield 1
What is it? : Game bergenre FPS bersetting pada Perang Dunia Pertama

Pengembang : Digital Illusions CE
Penerbit : Electronic Arts
Platform : Microsoft Windows (Steam), PlayStation 4, Xbox One
Hardware lab : Core i7 3770, 16GB RAM, GeForce GTX 660 Ti, GeForce GTX 1050
Harga : Rp.600,000

Battlefield 1 membuktikan terkadang kita harus melihat kebelakang untuk dapat maju kedepan

Related Post

Visualisasi laptop AI 2026 yang menonjolkan chip NPU futuristik berdampingan dengan modul RAM DDR6 dan grafik kenaikan harga yang tajam akibat krisis pasokan komponen global.

Laptop AI 2026: Harga RAM Melejit & NPU Jadi Nyawa Baru, Masih Mau Upgrade?

10/03/2026
Infografis kisah sukses Vivo yang bertransformasi dari brand audio menjadi raja smartphone dunia mengalahkan kompetitor besar.

Kisah Sukses Vivo: Dari Brand Audio Hingga Jadi Raja HP yang Tekuk Samsung!

06/03/2026
ASUS ExpertBook P1 (PM1403) ASUS ExpertBook P1 (PM1403) ASUS ExpertBook P1 (PM1403)

bf1_2016_10_20_21_52_03_467Sejak tahun 2010, EA dan DICE sang pengembang battlefield selalu membuat game baru mereka dengan fokus multiplayer berskala besar dan juga mengadopsi fitur game kompetitor seperti Call of Duty. Dengan Battlfield: Bad Company 2, Battlefield 3 dan 4 serial ini menimang berbagai fitur dan juga sistem unlock dari kompetitor. Dan belakangan ini seiring dengan rilis console generasi baru, DICE masih mencari keseimbangan antara kehancuran map pada Frostbite engine dengan map yang luas serta jumlah pemain yang banyak pada satu server yang menjadi ciri khas Battlefield.

Maka untuk game terbaru mereka, DICE menggunakan waktu mereka dengan baik dan membawa serial tersebut ke rentang waktu sejarah yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, Perang Dunia Pertama. Dan dengan keputusan yang berani tersebut, Battlefield tidak hanya menemukan jati dirinya yang hilang, namun juga cerita yang patut untuk diceritakan.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, saya sangat excited sekali untuk memainkan single player dari Battlefield. Cerita dari Battlefield 1 mengambil kembali elemen yang sebelumnya mereka tidak pernah dapatkan, dan hasilnya adalah single player yang tidak membosankan dan terlihat seperti DICE tidak memiliki ide baru.

Battlefield 1 dengan cara yang sangat unik melenceng dari kebiasaan cerita single player yang hanya berfokus kepada satu orang, yang terkesan basi dan tidak berkesan. Mereka membawa storytelling pada sebuah game kelevel berikutnya dengan membuat game dengan naratif yang sangat baik yang menceritakan berbagai kisah para lelaki dan juga perempuan yang berjuang pada Perang Dunia Pertaa.

Cerita dalam game ditulis dengan sangat baik dan juga memiliki tona yang berbeda pada setiap cerita. Beberapa karakter hanya berusaha untuk bertahan hidup, yang lain nya berusaha membalas dendam, dan yang lain berperan sebagai pasukan pemberontak melawan kerajaan yang berkuasa. Dan dalam cerita tersebut banyak point point heroik yang menghangatkan diri, karena Battlefield 1 adalah game yang sebagian besar bertona gelap dalam ceritanya.

Battlfield 1 juga mendisplay berbagai sisi Perang Dunia Pertama yang sangat gelap dengan mayat yang berceceran. Walaupun cerita dalam game mengikuti berbagai tona, namun Battlefield 1 menangkap sebagian besar teror dan keputusasaan yang tersebar dalam penderitaan perang. Prolog dari Battlefield 1 sangat menunjukan hal tersebut dimana kedua serdadu yang berlawanan akhirnya lelah dengan semua yang mereka hadapi, dan menurunkan senjata mereka setelah menyadari kehancuran total yang terjadi di sekitar mereka.

Pada gameplay sendiri Battlefield 1 juga agak melenceng dari hal biasa yang menunjukan perang total dengan penembakan membabi buta. DICE dengan jelas menginginkan para player bermain dengan cara yang pintar. Lingkungan perang juga memaksa kita untuk menyelinap di lini depan musuh dikarenakan kamu seringkali kalah jumlah. Pada chapter pertama dan kedua menempatkan kamu sebagai prajurit yang seringkali seorang diri melewati lini pertahanan musuh yang seringkali dihujani tembakan senapan mesin dan juga roket mortar.

Mekanisme menyelinap di game ini juga bukanlah sesuatu yang ditambahkan pada menit terakhir. Mekanisme tersebut juga telah terlihat pada Battlefield Hardline dan dikembangkan lagi untuk Battlefield 1. Penyelinapan juga harus digunakan sebab lahan peperangan seringkali terjadi di daerah dengan banyak lapangan terbuka, sehingga konflik tembak menembak dengan jumlah yang kalah jauh bukanlah opsi yang ideal.

Fitur yang diimplementasikan pada Battlefield 1 tidak hanya terjadi pada stealth. Single player dari Battlefield 1 juga memberikan banyak fitur dan juga mode yang terkadang banyak game hanya mengimplementasikannya dengan setengah hati atau asal ada. Kamu bisa bermain sebagai pengendali tank, dan juga pilot pesawat tempur. Sebagai prajurit tangguh italia ataupun juga pengendara kuda dari region arab. Saya sama sekali tidak pernah sekalipun merasakan bosan, karena single player dari Battlefield 1 sangat terasa fresh dan menyenangkan. Saat melakukan review Battlefield 1 ini saya berani bilang bahwa saya tidak pernah merasakan fun dari bermain game FPS seseru ini selama bertahun tahun.

Untuk grafis sendiri Battlefield 1 memiliki tampilan terbaik dalam serial Battlefield. Semua aspek grafis dari mulai model senjata, api, ledakan, dan lingkungan sekitar sangatlah garing. Dan untuk ukuran grafis yang sangat impresif, Battlefield 1 masih sangat akrab dengan kartu grafis yang tergolong sudah tua. Dengan GeForce GTX 660Ti yang saya miliki, saya mendapatkan sekitar 70-80 FPS pada settingan medium to high dengan 2xMSAA pada review Battlefield 1. Untuk CPU sendiri saya menggunakan Core i7 3770K yang dioverclock hingga 4.2GHz, dengan clockspeed setinggi itu Battlefield 1 masih menguras CPU usage hingga 50-60%, sehingga disarankan untuk menggunakan CPU minimal quadcore untuk bermain Battlefield 1.

bf1_2016_10_20_22_05_43_973Untuk ukuran game sendiri adalah 40GB untuk download. Namun EA mengimplementasikan solusi yang sangat pintar untuk Battlefield 1. Kamu hanya perlu mendownload sekitar 33% dari total download untuk dapat memainkannya. Dan pada saat bermain single player campaign origin akan tetap mendownload sisa dari Battlefield 1, sehingga kamu dapat bermain sembari mendownload. Berubung lab pemmzchannel memiliki internet yang cukup cepat (hehe) maka saat melakukan review Battlefield 1 saya hanya perlu mendownload sekitar 13GB dan langsung bermain single player hingga selesai tanpa terganggu.

Kualitas suara sendiri juga tidak kalah baiknya, sountrack pada setiap mood sangat pas untuk menangkap feeling dari game dan juga cerita yang sedang dipertontonkan. Suara dari ledakan juga senjata sangatlah jelas dan impresif. Begitupun dengan dentuman ledakan dari jauh maupun dekat, suara dari peperangan udara juga sangat nyaring.

Untuk akhir kata, DICE melakukan langkah yang sangat berani untuk mengembalikan kejaan Battlefield. Cerita yang sangat membekas dengan gameplay yang tidak kalah baiknya membuat Battlefield 1 adalah kandidat Game of The Year menurut pemmzchannel.

Sekian review Battlefield 1, berikan pendapat kamu kamu di kolom komentar dibawah. Oh iya Battlefield 1 bisa kamu dapatkan dengan harga 62 dollar singapura atau sekitar 600.000 di Origin Store, ataupun kamu pemain PlayStation 4 ataupun Xbox One kamu juga bisa dapat menikmati Battlefield 1.

bf1_2016_10_20_22_20_22_049

Tags: battlefield 1FPSFPS Gamegame review

Garry Chen

Related Posts

Visualisasi laptop AI 2026 yang menonjolkan chip NPU futuristik berdampingan dengan modul RAM DDR6 dan grafik kenaikan harga yang tajam akibat krisis pasokan komponen global.
Featured

Laptop AI 2026: Harga RAM Melejit & NPU Jadi Nyawa Baru, Masih Mau Upgrade?

by Yusril_Pemmzchannel
10/03/2026
Infografis kisah sukses Vivo yang bertransformasi dari brand audio menjadi raja smartphone dunia mengalahkan kompetitor besar.
Featured

Kisah Sukses Vivo: Dari Brand Audio Hingga Jadi Raja HP yang Tekuk Samsung!

by Yusril_Pemmzchannel
06/03/2026
Ilustrasi grafik merah harga SSD naik drastis dengan logo Samsung dan SK Hynix di latar belakang server data center AI.
Featured

Gawat! Harga SSD Naik Drastis, Samsung & SK Hynix Pangkas Produksi

by Yusril_Pemmzchannel
21/01/2026
Next Post
New Console from Nintendo

Setelah Rumor Berbulan-bulan, Nintendo Switch Diumumkan

Mengenal Mechanical Keyboard dan Karakteristiknya

Comments 1

  1. Pingback: Ini Dia PC Game Untuk Laptop dengan Memory Kecil - Pemmzchannel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ASUS ExpertBook P1 (PM1403) ASUS ExpertBook P1 (PM1403) ASUS ExpertBook P1 (PM1403)
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tips dan Trick : Cara Mengetahui Password WIFI dengan CMD

05/09/2019
ASUS VivoBook 14 A442U indonesia pemmzchannel FI

Baru nih, ASUS VivoBook 14 A442U – Kini dengan Intel Generasi ke-8

07/11/2017
Ini cara cek kapasitas RAM maksimal

Cara Cek Kapasitas RAM Maksimal di PC atau Laptop Windows

30/07/2021

Cara Installasi Driver GPU yang Baik dan Benar

07/02/2013

Review ASUS A451LB: Pengganti sang legenda A46CB + Tutorial Upgrade RAM

300

Cara Installasi Driver GPU yang Baik dan Benar

150
Clash of Clans

Clash of Clans : Town Hall 11 hadir sebagai update terbaru? (updated)

146
Asus A456UF

Review Asus A456UF – A Series Pertama Asus Dengan Intel Skylake

119
Tiga keping RAM DDR5 merk Crucial dengan pencahayaan neon ungu kebiruan.

Harga RAM DDR5 di Tiongkok Anjlok, Sinyal Pasar Teknologi Mulai Pulih?

01/04/2026
Gedung kantor Google Bay View dengan logo G besar di depannya, tempat inovasi teknologi TurboQuant dikembangkan.

Google Rilis TurboQuant: Teknologi Baru Ini Pangkas RAM Hingga 6x Lebih Hemat!

01/04/2026
Poster promosi resmi dengan logo merah "ONEPLUS" di pojok kiri atas dan teks besar "OnePlus Ace 6 Ultra", menampilkan sudut atas smartphone silver dengan modul kamera.

OnePlus Ace 6 Ultra Segera Debut, Rilis April dan Siap Gegerkan Pasar!

01/04/2026
Perbandingan tampilan depan dan belakang OPPO A6 warna pink dan OPPO A6s warna putih dengan aksen tekstur marmer.

OPPO A6s vs OPPO A6: Selisih Tipis, Tapi Fitur Ini Jadi Penentu!

01/04/2026

About

Pemmzchannel adalah portal media digital informasi teknologi terbaru bagi anda para gamer, tech-geeks, review gadget, laptop dan PC desktop gaming terbaru,serta berita unik seputar dunia IT.

Categories

  • Best Pick
  • Components
  • Digital Magazine
  • Featured
  • Gadget
  • Gadgets
  • Game
  • Laptop & PC
  • News
  • other
  • Promo
  • Review
  • Tips and Trick
  • Versus

Recent Post

  • Harga RAM DDR5 di Tiongkok Anjlok, Sinyal Pasar Teknologi Mulai Pulih?
  • Google Rilis TurboQuant: Teknologi Baru Ini Pangkas RAM Hingga 6x Lebih Hemat!
  • OnePlus Ace 6 Ultra Segera Debut, Rilis April dan Siap Gegerkan Pasar!
  • OPPO A6s vs OPPO A6: Selisih Tipis, Tapi Fitur Ini Jadi Penentu!
  • About Us
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

© 2024 Pemmzchannel

Bottom Ad
No Result
View All Result
  • NEWS
  • REVIEW
  • TIPS & TRICK
  • ABOUT US

© 2024 Pemmzchannel